Cegah Banjir Bandang, Material Longsor di Lereng Gunung Prau Dibersihkan
KENDAL,iNewsPantura.id – Pemerintah Kabupaten Kendal memprioritaskan pembersihan material longsor yang menutup aliran sungai di lereng Gunung Prau, Desa Genting Gunung, Kecamatan Sukorejo.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir bandang yang dapat mengancam wilayah di bagian hilir, menyusul tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kendal Agus Dwi Lestari menegaskan, fokus utama penanganan darurat pascalongsor adalah membuka kembali aliran sungai yang tertutup tanah dan pepohonan tumbang.
“Kami membersihkan material longsor dan bekas pohon-pohon yang tumbang yang menutupi sungai agar aliran air bisa kembali lancar,” ujar Agus.
Menurutnya, material longsor yang menyumbat alur sungai berpotensi membentuk bendungan alami. Jika bendungan tersebut jebol saat debit air meningkat, maka banjir bandang bisa terjadi secara tiba-tiba dan berdampak luas ke wilayah bawah.
“Aliran air yang tersumbat sangat berbahaya. Selain bisa memicu banjir bandang, kondisi ini juga mengganggu sumber air bersih warga karena pipa perpipaan dilaporkan putus,” jelasnya.
Longsor terjadi sekitar sepekan lalu di kawasan hutan lindung lereng Gunung Prau. Tanah labil akibat hujan berkepanjangan disertai tumbangnya pohon-pohon besar menyebabkan alur sungai tertutup material longsoran.
Kepala Desa Genting Gunung Rudi Darmawan memastikan, kejadian tersebut murni disebabkan faktor alam dan tidak berkaitan dengan aktivitas manusia.
“Ini kawasan hutan lindung tanpa aktivitas manusia. Longsor terjadi karena hujan terlalu lama dengan intensitas tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pohon-pohon yang tumbang merupakan pohon tua yang roboh secara alami dan kemudian terbawa material tanah ke alur sungai.
Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar kerja bakti lintas sektor. TNI, Polri, Perhutani, BPBD, Satpol PP, Damkar, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali aliran air.
Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari yang meninjau langsung lokasi longsor menegaskan pentingnya pembersihan material sungai sebagai langkah mitigasi bencana.
“Longsor ini memang jauh dari permukiman, tetapi terjadi tepat di alur sungai. Kalau tidak segera dibersihkan, air bisa terbendung dan berisiko menimbulkan banjir bandang,” kata Bupati.
Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan banyak pohon berukuran besar menutup aliran sungai. Kondisi tersebut, menurut Bupati, sangat berbahaya terutama saat hujan deras masih berpotensi terjadi.
“Kalau musim hujan, luapannya bisa ke bawah dan dampaknya ke masyarakat,” ujarnya.
Dampak tersumbatnya aliran sungai sempat dirasakan warga Dusun Dawan, Desa Genting Gunung. Meningkatnya debit air membuat sejumlah warga memilih mengungsi untuk menghindari risiko bencana.
“Ada beberapa warga yang sudah mengungsi karena debit airnya sangat besar,” ungkap Bupati Dyah.
Meski demikian, ia menegaskan longsor tidak disebabkan penebangan liar. Pohon-pohon yang tumbang merupakan pohon tua yang roboh akibat cuaca ekstrem.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kendal juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Kendal mengimbau masyarakat di wilayah hilir sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Warga diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda bahaya seperti aliran sungai yang tersumbat, debit air meningkat tiba-tiba, atau suara gemuruh dari arah hulu.
Dengan pembersihan material longsor yang terus dilakukan, pemerintah berharap aliran sungai kembali normal dan risiko banjir bandang dapat ditekan semaksimal mungkin.
Editor : Eddie Prayitno