Korban Tenggelam di Sungai Bodri Ditemukan di Muara Setelah 2 Hari Pencarian
KENDAL,iNewsPantura.id – Korban tenggelam di Sungai Bodri atas nama Muhamad Effendi (35), warga Desa Cepiring, Kabupaten Kendal, akhirnya ditemukan pada Senin (9/2/2026) dini hari dalam kondisi tewas. Korban ditemukan oleh nelayan yang hendak berangkat melaut di kawasan muara Sungai Bodri, tepatnya di wilayah Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon.
Jenazah Muhamad Effendi ditemukan sekitar pukul 04.00 WIB dalam kondisi telungkup dan masih mengenakan baju serta celana. Untuk mencegah jenazah hanyut kembali akibat derasnya arus sungai, nelayan yang pertama kali menemukan korban segera mengikat jenazah sebelum melaporkan kepada pihak berwenang.
Jarak lokasi penemuan diperkirakan sekitar 10 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat desa, tim SAR, serta BPBD Kabupaten Kendal. Kepala Desa Cepiring, Ahmad Ayek, membenarkan penemuan jenazah warganya.
“Iya, tadi pagi sudah ditemukan oleh nelayan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawansah, mengatakan dengan ditemukannya korban, maka proses pencarian resmi yang dilakukan sejak Sabtu (7/2/2026) dinyatakan selesai.
“Tadi tim kami sudah bersiap melanjutkan pencarian, namun alhamdulillah korban sudah ditemukan. Dengan demikian, pencarian resmi kami hentikan,” katanya.
Sementara itu, Ketua LPBI PCNU Kendal, Adib Maulana, menjelaskan proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan menggunakan perahu nelayan menuju titik penemuan di muara sungai.
“Jenazah kemudian diangkat dan dibawa ke RSUD Soewondo Kendal,” jelasnya.
Setelah dievakuasi, jenazah Muhamad Effendi dibawa ke RSUD Soewondo Kendal untuk proses pembersihan dan penyucian, sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Cepiring untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Diketahui sebelumnya, korban tenggelam saat bermain air di Sungai Bodri bersama dua rekannya pada Sabtu (7/2/2026). Ketiganya bermain air dengan menggunakan ban dalam mobil sebagai pelampung. Namun ban tersebut terbalik akibat derasnya arus sungai di bawah jembatan rel kereta api Dukuh Kersan, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon.
Dua korban lainnya, Fitriyanto Bayu Irawan (29) dan Arif Kurniawan (49), berhasil menyelamatkan diri dengan berenang hingga terdampar di tengah pulau sungai dan tepi sungai dalam kondisi lemas. Sementara Muhamad Effendi dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan dua hari kemudian.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga Desa Cepiring. Pihak berwenang kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas berisiko di sungai, terutama saat kondisi arus sedang deras.
Editor : Eddie Prayitno