get app
inews
Aa Text
Read Next : Luapan Sungai Blorong Rendam Ratusan Rumah di Kendal, Aktivitas Warga dan Pasar Terganggu

Banjir di Kendal ikut Merendam Sekolah dan Puskesmas, Siswa Diliburkan

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:35 WIB
header img
SMPN 2 Brangsong yang terendam banjir akibat luapan sungai Blorong Rabu 11 Februari 2026. Eddie prayitno/iNews

KENDAL,iNewsPantura.id  – Banjir akibat luapan Sungai Blorong yang terjadi Rabu (11/2/2026) tidak hanya merendam permukiman warga di Kecamatan Brangsong, tetapi juga menggenangi sejumlah fasilitas umum.

Di antaranya SMP Negeri 2 Brangsong, Puskesmas Brangsong I, serta Balai Desa Sidorejo.

Di SMP Negeri 2 Brangsong, air mulai masuk ke lingkungan sekolah sekitar pukul 03.00 WIB. Seluruh ruang kelas terendam dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 40 sentimeter.

Kepala SMPN 2 Brangsong, Nidhom, mengatakan genangan air berbeda di tiap kelas karena posisi lantai yang tidak sama.

“Air mulai masuk sekitar jam 03.00 pagi. Semua kelas terendam, ketinggiannya antara 30 sampai 40 sentimeter,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banjir kali ini kembali mengganggu kegiatan belajar mengajar. Sejumlah fasilitas sekolah terdampak genangan, meski pihak sekolah sudah melakukan antisipasi dengan menempatkan peralatan elektronik dan dokumen penting di tempat yang lebih tinggi.

“Karena ini banjir rutin tahunan, beberapa alat elektronik dan dokumen penting sudah kami amankan. Namun masih ada sebagian buku pelajaran dan dokumen lain yang terdampak,” katanya.

Akibat genangan yang belum surut serta akses jalan menuju sekolah yang masih terendam, kegiatan belajar mengajar diliburkan hingga kondisi dinyatakan aman.

Selain sekolah, Puskesmas Brangsong I juga ikut terdampak. Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai sekitar 70 sentimeter dan mulai masuk ke dalam ruangan pelayanan. Kondisi itu menyebabkan layanan kesehatan untuk sementara dihentikan.

Sumanto, warga setempat, mengatakan air mulai naik sejak dini hari dan terus bertambah hingga pagi. “Puskesmas dan Balai Desa Sidorejo ketinggian airnya hampir selutut orang dewasa, sehingga praktis tidak ada pelayanan,” ujarnya.

Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menjelaskan banjir dipicu oleh peningkatan debit Sungai Blorong setelah wilayah hulu diguyur hujan deras.

“Air ini limpasan dari Sungai Blorong. Wilayah atas diguyur hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit naik dan meluap ke permukiman warga,” jelasnya.

BPBD Kendal terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa terdampak. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Pemerintah desa juga diminta menyiapkan titik pengungsian apabila debit air kembali meningkat.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut