Budiman Tanuredjo di Ramadan on Campus: Demokrasi Butuh Kampus yang Kritis dan Berintegritas
TEGAL, iNewsPantura – Kampus memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia. Menjelang satu abad kemerdekaan pada 2045, perguruan tinggi dinilai harus mampu melahirkan pemimpin publik yang berintegritas dan berkarakter negarawan, bukan sekadar politisi.
Hal tersebut disampaikan jurnalis senior Harian Kompas sekaligus mantan Pemimpin Redaksi Kompas periode 2014–2019, Budiman Tanuredjo, dalam Seri Kajian Ramadan ke-3 “Ramadan on Campus” yang digelar Universitas Harkat Negeri di Aula Kampus Mataram, Rabu (11/03/2026).
Dalam paparannya, Budiman menekankan pentingnya peran kampus dalam membentuk kepemimpinan publik yang berintegritas menuju satu abad kemerdekaan Indonesia pada 2045.
Ia menilai generasi yang saat ini berada di bangku perguruan tinggi akan sangat menentukan kualitas demokrasi Indonesia di masa depan.
“Generasi pendiri republik lahir dari krisis. Generasi Indonesia 2045 lahir dari kampus hari ini. Pertanyaannya, apakah mereka akan menjadi politisi biasa atau negarawan,” ujarnya.
Menurut Budiman, negarawan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari kegelisahan intelektual serta keberanian moral untuk memperjuangkan nilai-nilai demokrasi.
Karena itu, kampus harus menjadi ruang yang menjaga tradisi berpikir kritis dan diskusi yang sehat. Ia juga mengingatkan bahwa demokrasi membutuhkan penguatan berbagai institusi penting, mulai dari supremasi hukum, meritokrasi dalam kepemimpinan, kaderisasi partai politik yang sehat, hingga mekanisme checks and balances yang kuat.
“Kampus harus berani mengkritik kekuasaan tanpa menjadi partisan, menjadi suara nurani ketika hukum dilemahkan, dan membela prinsip, bukan figur,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said menegaskan komitmen kampus untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat pembentukan karakter mahasiswa.
Menurutnya, Harkat Negeri ingin membuktikan bahwa kampus di kota lapis kedua juga mampu menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi.
“Kami di Harkat Negeri bertekad lebih sering menggunakan kata ‘meskipun’. Meskipun berada di kota second tier, kami percaya mutu pendidikan di sini akan menuju kelas satu,” ujar Sudirman.
Ia menambahkan, Universitas Harkat Negeri tengah diarahkan menjadi applied university yang menekankan penguatan keterampilan serta pengembangan soft skill mahasiswa agar mampu bersaing di berbagai bidang.
“Kami ingin menekan pengembangan soft skill. Ketika seseorang memiliki mental dan kemampuan interpersonal yang kuat, mereka akan mampu bertahan di mana pun,” jelasnya.
Selain itu, Harkat Negeri juga mulai memperluas jejaring akademik global. Kampus ini tengah menjajaki kerja sama pengembangan pendidikan kesehatan bersama Harvard Medical School serta kolaborasi akademik dengan Kyoto University melalui Prof. Okamoto dari Southeast Asian Studies.
Editor : Yunibar SP