Warga Gunungkidul Geger, Bayi Laki-laki Baru Lahir Ditemukan Terbungkus dalam Tas di Pinggir Sawah
GUNUNGKIDUL, iNewsPantura.id – Warga Dusun Kemejing 1, Kalurahan Kemejing, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga baru saja dilahirkan, Senin (3/8/2026) pagi.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi masih hidup di pinggir area persawahan yang berada tidak jauh dari permukiman warga. Saat ditemukan, bayi terbungkus pakaian dan berada di dalam sebuah tas dengan tali pusar yang masih menempel di bagian perut, sehingga diduga bayi tersebut baru saja dilahirkan sebelum ditinggalkan.
Ketua RT 029 RW 08 Dusun Kemejing 1, Arif Sutaryono, mengatakan penemuan bayi bermula sekitar pukul 06.00 WIB ketika seorang warga yang melintas mendengar suara tangisan dari arah tepi jalan dekat area persawahan.
"Warga awalnya mendengar suara bayi menangis. Setelah dicari sumber suaranya, ternyata ada bayi laki-laki yang masih hidup di dalam tas dan tali pusarnya masih menempel. Warga kemudian langsung mengevakuasi, membersihkan bayi, dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang," ujar Arif Sutaryono, Senin (3/8/2026).
Bayi dengan berat sekitar 2,9 kilogram itu kemudian dibawa ke Puskesmas Semin untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi bayi dilaporkan stabil dan dalam keadaan sehat.
Arif berharap pelaku yang tega membuang bayi tersebut segera terungkap agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Menurutnya, warga sangat prihatin atas peristiwa tersebut dan bersyukur bayi berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Kasus penemuan bayi ini telah ditangani Polsek Semin. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku beserta motif di balik dugaan pembuangan bayi tersebut. Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini agar segera melapor untuk membantu proses penyelidikan.
Sementara itu, bayi laki-laki tersebut masih menjalani perawatan di Puskesmas Semin sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari instansi terkait.
Editor: Suryo Sukarno