get app
inews
Aa Text
Read Next : 139 Perusahaan Masuk KEK Kendal, Ribuan Lapangan Kerja Tercipta

Lonjakan Pemudik 40 Persen, Arus Tol Batang–Semarang Tetap Terkendali, Jalan Pantura Lengang

Selasa, 17 Maret 2026 | 14:52 WIB
header img
Suasana jalan pantura Kendal masih belum dipadati pemudik sepeda motor. eddie prayitno/iNews

KENDAL,iNewsPantura.id -  Arus kendaraan yang melintasi ruas tol Batang–Semarang pada H-3 Lebaran, Selasa (17/3/2026), terpantau ramai lancar. Ratusan kendaraan pemudik mulai memadati jalur tol Kendal–Semarang, dengan kecepatan kendaraan relatif tinggi dan tanpa hambatan berarti.

Pantauan di lapangan menunjukkan, hingga pukul 10.15 WIB, arus lalu lintas di KM 391A dari arah Jakarta menuju Semarang masih mengalir lancar. Dua lajur, baik jalur A maupun B, masih difungsikan untuk dua arah berlawanan lantaran rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) belum diberlakukan.

Palak Pos PAM Rest Area 391A Polres Kendal, Iptu Harmadi, mengatakan bahwa kondisi arus lalu lintas saat ini masih terkendali meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan.

“Pada pagi ini, sekitar pukul 10.15 WIB, kondisi arus kendaraan yang melintasi jalan tol KM 391A terpantau ramai lancar dari arah Jakarta menuju Semarang. Hingga saat ini belum ada penerapan one way,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dibandingkan hari sebelumnya, terjadi peningkatan volume kendaraan sekitar 40 persen. Meski demikian, lonjakan tersebut belum menimbulkan kemacetan di sepanjang ruas tol.

“Kalau arus kendaraan sampai pagi ini ada peningkatan sekitar 40 persen dibanding kemarin,” jelasnya.

Kondisi serupa juga terlihat di Rest Area 391A. Area parkir yang tersedia masih relatif lengang dan baru terisi sekitar 30 persen dari kapasitas yang ada.

“Kendaraan yang masuk ke rest area 391A belum terlalu ramai dan di kantong parkir juga tidak terlihat penuh, baru terisi sekitar 30 persen saja,” terangnya.

Harmadi memperkirakan kepadatan di rest area akan terjadi menjelang waktu berbuka puasa, saat para pemudik berhenti untuk beristirahat dan menunaikan salat Maghrib. Ia juga mengingatkan agar pengendara tidak memarkir kendaraan di bahu jalan karena berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

“Biasanya nanti padat saat pemudik mau salat Maghrib dan berbuka puasa. Tapi kendaraan tidak boleh parkir di bahu jalan,” tegasnya.

Sementara itu, petugas di lapangan masih menunggu keputusan dari Korlantas Polri terkait penerapan rekayasa lalu lintas sistem one way di jalur tol Trans Jawa.

“Untuk penerapan one way kami masih menunggu informasi dari Korlantas, apalagi saat ini arusnya masih landai meski ada peningkatan,” tambahnya.

Salah satu pemudik asal Jakarta menuju Nusa Tenggara Barat, Dani, mengaku perjalanannya bersama keluarga berjalan lancar sejak berangkat pada Senin malam.

“Kami berangkat dari Jakarta sekitar pukul 21.00 WIB. Perjalanannya lancar dan belum ada kemacetan di pintu-pintu tol,” ujarnya.

Meski demikian, ia sempat mengalami antrean di salah satu rest area di wilayah Cirebon. “Ada sedikit penumpukan kendaraan di rest area Cirebon,” katanya.

Hal serupa disampaikan pemudik lainnya, Seno, yang menuju Solo. Ia berangkat dari Jakarta pukul 22.15 WIB dan merasakan arus kendaraan mulai ramai namun tetap lancar.

“Alhamdulillah perjalanan lancar meski arusnya ramai. Memang beberapa kali berhenti selama perjalanan,” tuturnya.

Tak hanya di jalur tol, arus kendaraan di jalur pantura Kendal juga terpantau ramai lancar. Pemudik sepeda motor mulai mendominasi arus lalu lintas, meskipun jumlahnya dinilai belum setinggi tahun sebelumnya.

Agus, pemudik motor asal Bekasi tujuan Sragen, mengatakan dirinya berangkat bersama rombongan menggunakan sepeda motor.

“Saya pulang ke Sragen dari Bekasi bersama teman-teman naik motor, ada lima motor yang berangkat bareng,” ujarnya.

Ia menambahkan, perjalanan melalui jalur pantura terbilang aman dan lancar. “Masih belum terlalu ramai, bahkan kalau dibanding tahun lalu, pemudik motor tahun ini terlihat lebih sedikit,” pungkasnya.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut