Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bank Indonesia Tegal Gandeng PKK, Perkuat Perempuan Lawan Kejahatan Digital dan Jaga Rupiah
Advertisement . Scroll to see content

Kreatif! Ibu-Ibu PKK Jatiwangsan Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai

Senin, 27 April 2026 | 08:37 WIB
  • author Joe Hartoyo
Kreatif! Ibu-Ibu PKK Jatiwangsan Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai
Ibu-ibu PKK Desa Jatiwangsan mengolah sampah plastik menjadi bunga hias bernilai jual, sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan. Foto : iNewsPantura.id/ Joe H

PURWOREJO, iNewsPantura.id — Sampah rumah tangga yang selama ini dianggap tak bernilai, di Desa Jatiwangsan, Kecamatan Kemiri, justru menjadi sumber penghasilan baru. Melalui gerakan ibu-ibu Tim Penggerak PKK, limbah domestik disulap menjadi produk kreatif bernilai jual, sekaligus memperkuat ekonomi warga.

Di desa dengan 1.404 jiwa atau sekitar 486 kepala keluarga ini, pengelolaan sampah dilakukan secara terpusat. Warga mengumpulkan sampah ke balai desa untuk ditimbang, sebelum dipilah berdasarkan jenisnya.

Sampah plastik menjadi salah satu komoditas unggulan. Di tangan kreatif para ibu PKK, limbah ini diolah menjadi bunga hias yang diminati pasar dan kerap digunakan sebagai dekorasi berbagai acara, mulai dari pernikahan hingga kegiatan seremonial lainnya.

Sementara sampah yang tidak dapat diolah, tetap memiliki nilai ekonomi. Limbah tersebut dijual ke pengepul, dan hasilnya masuk ke kas PKK untuk membiayai berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan, seperti pertemuan rutin, perayaan Hari Kemerdekaan, hingga program peningkatan kapasitas perempuan.

Tak berhenti di situ, PKK Jatiwangsan juga mengembangkan unit usaha lain berupa penyewaan peralatan gerabah untuk kebutuhan hajatan warga. Inisiatif ini menambah sumber pemasukan sekaligus memperkuat kemandirian organisasi perempuan di tingkat desa.

Aktivitas sosial juga menjadi bagian penting dari gerakan ini. Setiap tahun, PKK menggelar bazar pakaian layak pakai dengan dukungan warga perantauan, termasuk dari Yogyakarta. Pakaian tersebut dijual dengan harga terjangkau, terutama menjelang Lebaran dan Agustusan, sehingga memberi manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.

Dukungan pemerintah turut memperkuat keberlanjutan program ini. Kehadiran Camat dalam pertemuan rutin PKK menjadi suntikan motivasi bagi para anggota untuk terus berinovasi dalam pengelolaan sampah dan pemberdayaan ekonomi.

Ketua TP PKK Desa Jatiwangsan, Puspita, menyatakan gerakan ini lahir dari kesadaran kolektif untuk membantu ekonomi keluarga sekaligus menjaga lingkungan. “Kami ingin ibu-ibu semakin mandiri dan punya peran nyata dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Gerakan ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga peluang ekonomi. Desa Jatiwangsan pun kini menjadi contoh konkret pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang layak direplikasi di berbagai daerah.

Editor: Suryo Sukarno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut