Akses Jalan yang Belum Baik, Jadi Perhatian Utama agar Musim Giling 2026 Berjalan Optimal
SEMARANG, iNewsPantura.id – Akses jalan menuju lokasi produki tanaman tebu yang masih belum baik, menjadi penghambat mobilitas armada pengangkut. Untuk itulah persoalan yang satu ini menjadi perhatian sehingga pelaksanaan musim giling 2026 dapat berjalan lebih optimal.
Direktur Operasi Perum Perhutani, Natalas Anis Harjanto, mengatakan berbagai dinamika yang terjadi selama dua tahun terakhir menjadi bahan evaluasi bersama.
“Memasuki tahun ketiga kemitraan ini, kami ingin memastikan seluruh kekurangan pada periode sebelumnya dapat disempurnakan. Fokus kami adalah memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai target dan timeline yang telah disepakati dalam RPKS,” ujar Natalas.
Terkait persoalan aksesibilitas jalan menuju lokasi produksi, pihaknya meminta jajaran Administratur (ADM) dan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) telah diminta segera menyelesaikan administrasi dan mengusulkan perbaikan sejumlah ruas jalan yang selama ini menjadi hambatan bagi mobilitas armada pengangkut.
“Kami memahami masih terdapat keterbatasan anggaran, namun itu tidak boleh menghambat operasional. Dengan optimalisasi sumber daya yang ada, titik-titik jalan yang sulit diharapkan dapat segera diperbaiki sehingga mendukung kelancaran distribusi dan pengangkutan hasil panen,” imbuhnya.
Natalas menambahkan, berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi iklim pada 2026 diperkirakan lebih mendukung dengan kecenderungan musim kemarau yang lebih panjang. Situasi tersebut dinilai menjadi peluang bagi percepatan pekerjaan di lapangan.
Editor : Eddie Prayitno