Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,84 Persen, Lampaui Nasional
SEMARANG, iNewsPantura.id – Perekonomian Jawa Tengah menunjukkan kinerja positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Tengah tercatat tumbuh sebesar 5,84 persen (year on year/yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut didukung oleh kuatnya konsumsi rumah tangga serta meningkatnya investasi di berbagai sektor. Di sisi lain, inflasi Jawa Tengah pada Mei 2026 juga tetap terjaga pada level 2,85 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,08 persen.
Menurut Bank Indonesia, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), perbankan, pelaku usaha, akademisi, hingga pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Dalam upaya mengendalikan inflasi, Bank Indonesia bersama TPID terus memperkuat implementasi strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Program yang dijalankan antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh kabupaten/kota, penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), optimalisasi Jateng Agro Berdikari (JTAB), hingga pengembangan outlet pangan.
Dari sektor hulu, BI juga mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi biosaline dan biochar, pengembangan kelompok tani komoditas strategis, serta program swasembada bawang putih di Kabupaten Magelang.
Penguatan ekonomi daerah juga dilakukan melalui pemberdayaan UMKM. Hingga Juni 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah telah memfasilitasi berbagai business matching pembiayaan yang menghasilkan penyaluran dana sebesar Rp9,47 miliar. Selain itu, partisipasi UMKM Jawa Tengah dalam sejumlah pameran nasional dan internasional mencatatkan potensi transaksi mencapai Rp23,4 miliar.
Di bidang sistem pembayaran, digitalisasi terus berkembang. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 8,72 juta pengguna dengan 4,65 juta merchant. Bank Indonesia juga terus memperkuat perlindungan konsumen melalui edukasi, pengawasan, serta koordinasi dengan berbagai lembaga untuk mencegah aktivitas keuangan ilegal.
Selain menjaga stabilitas ekonomi dan sistem pembayaran, BI Jawa Tengah turut memperluas literasi kebanksentralan melalui program BI Mengajar, kuliah umum di perguruan tinggi, kunjungan sekolah, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi publik.
Ke depan, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga, memperluas digitalisasi sistem pembayaran, memperkuat UMKM, serta mendorong transformasi ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
"Sinergi yang kuat menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah agar tetap kompetitif dan berdaya saing di tengah tantangan global," pungkasnya.
Editor : Eddie Prayitno