Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mantan Kabag Ren Polres Kendal Jadi Wakapolres Purworejo
Advertisement . Scroll to see content

Hadirkan Senyum Baru, Balita hingga Remaja Ikuti Operasi Bibir Sumbing Gratis di Purworejo

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:05 WIB
  • author Joe Hartoyo
Hadirkan Senyum Baru, Balita hingga Remaja Ikuti Operasi Bibir Sumbing Gratis di Purworejo
Operasi bibir sumbing gratis untuk 17 pasien. Bakti kesehatan kolaborasi Polres Purworejo, Fakultas Kedokteran Universitas Jember, RSUD Tjitrowardojo, dan Pemkab Purworejo, rangkaian HUT Bhayangkara ke 80. Foto : iNewsPantura.id/ Joe H

PURWOREJO ,iNewsPantura.id – Senyum bahagia terpancar dari keluarga 17 pasien bibir sumbing dan langit-langit sumbing yang mengikuti operasi gratis di RSUD Tjitrowardojo Purworejo, Kamis (26/6/2026). Program kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar melalui kolaborasi Polres Purworejo, Fakultas Kedokteran Universitas Jember, RSUD Tjitrowardojo, dan Pemerintah Kabupaten Purworejo.

Sebanyak 17 pasien yang telah dinyatakan lolos proses skrining kesehatan menjalani tindakan operasi sesuai kondisi masing-masing. Mereka berasal dari berbagai daerah dengan rentang usia yang beragam, mulai dari bayi berusia tiga bulan hingga remaja berusia sekitar 15–16 tahun.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Dr. dr. Ulfa Elfiah, M.Kes, mengatakan bakti sosial ini merupakan wujud nyata sinergi antara institusi pendidikan, kepolisian, rumah sakit, dan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Pada hari ini dilaksanakan bakti sosial operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit sumbing dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Ini merupakan kolaborasi yang luar biasa antara Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Polres Purworejo, RSUD Tjitrowardojo, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Purworejo," ujarnya.

Menurut Ulfa, setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda sehingga tindakan medis yang dilakukan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Selain pasien yang baru pertama kali menjalani operasi, terdapat pula pasien yang menjalani operasi lanjutan untuk menyempurnakan hasil tindakan sebelumnya.

"Pasien termuda berusia tiga bulan, sedangkan yang tertua sekitar 15 hingga 16 tahun. Ada yang menjalani operasi pertama berupa labioplasti, ada juga yang merupakan operasi tahap kedua," jelasnya.

Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan karena masih banyak penyandang bibir sumbing yang membutuhkan penanganan medis, namun terkendala biaya maupun akses terhadap layanan kesehatan yang memiliki tenaga ahli.
Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan bahwa operasi bibir sumbing gratis merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosial dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Selain program operasi, Polres Purworejo juga menggelar berbagai kegiatan kesehatan lainnya, salah satunya penelusuran atau tracing penyakit tuberkulosis (TBC) yang saat ini masih berlangsung.

"Ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Selain operasi bibir sumbing, kami juga melaksanakan kegiatan tracing TBC sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat," kata Windy.

Ia menjelaskan, Polres Purworejo tidak menetapkan target jumlah peserta. Pendaftaran dibuka melalui pemerintah desa agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh kesempatan menjalani operasi secara gratis.

"Kami tidak membatasi jumlah peserta. Hingga pelaksanaan hari ini terdapat 17 pasien yang mendaftar melalui kepala desa. Jika ke depan masih ada masyarakat yang membutuhkan, kami akan mengupayakan kegiatan serupa kembali," ujarnya.

Menurut Windy, dipilihnya operasi bibir sumbing sebagai program bakti sosial karena kebutuhan layanan tersebut masih cukup tinggi di Kabupaten Purworejo. Dukungan fasilitas RSUD Tjitrowardojo, tenaga medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Jember, serta Pemerintah Kabupaten Purworejo menjadi faktor penting sehingga kegiatan kemanusiaan ini dapat terlaksana dengan baik.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menghadirkan harapan baru bagi para pasien, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka melalui layanan kesehatan yang aman, profesional, dan tanpa dipungut biaya.

Editor: Suryo Sukarno

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut