Ribuan Siswa Baru Ikuti MPLS, Pendidikan Karakter dan Pencegahan Bullying Jadi Prioritas
SEMARANG,iNewsPantura.id – Sebanyak sekitar 1.400 siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar serentak di 11 satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), Senin (13/7/2026).
Pelaksanaan MPLS tahun ini menitikberatkan pada penguatan pendidikan karakter, pembentukan akhlak, serta pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.
Pembukaan MPLS dipusatkan di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang dan diikuti secara serentak oleh seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Kelompok Bermain, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.
Ketua Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah YBWSA, Turahmat, mengatakan kegiatan MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi momentum awal membangun karakter peserta didik agar siap mengikuti proses pembelajaran.
"MPLS ini menjadi awal bagi siswa untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter yang akan menjadi bekal selama menempuh pendidikan," ujarnya.
Tahun ajaran baru ini diikuti sekitar 1.400 peserta didik baru. Menurut Turahmat, tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan di sekolah-sekolah tersebut membuat seluruh kuota penerimaan telah terpenuhi.
MPLS dilaksanakan selama tiga hari dengan mengusung tema "Ramah, Amanah, dan Akhlakul Karimah". Tema tersebut menjadi landasan dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.
Selain penguatan karakter, pihak penyelenggara juga memberikan perhatian serius terhadap upaya pencegahan perundungan atau bullying. Seluruh siswa maupun tenaga pendidik diingatkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang saling menghormati dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Turahmat menegaskan, praktik perpeloncoan maupun bullying tidak mendapat tempat dalam kegiatan MPLS maupun selama proses pembelajaran berlangsung.
"Saya pesankan betul tidak boleh ada bullying. Kalau ada bullying saya turun langsung ke sekolah. Siapa yang berbuat harus bertanggung jawab," tegasnya.
Pembukaan MPLS ditandai dengan pelepasan burung dara sebagai simbol kebebasan peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kreativitasnya selama mengikuti pendidikan, dengan tetap menjunjung nilai-nilai karakter dan etika.
Pelaksanaan MPLS yang mengedepankan pendidikan karakter serta lingkungan sekolah yang aman diharapkan mampu membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan baru. Di saat yang sama, komitmen untuk mencegah bullying menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim belajar yang sehat, sehingga siswa dapat berkembang secara akademik maupun sosial tanpa rasa takut atau tekanan.
Editor : Eddie Prayitno