get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkot Semarang Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Tegaskan Direksi PDAM Tirta Moedal Masih Sah

781 Laporan Jalan Rusak di Kota Semarang Masuk, 647 Sudah Dituntaskan

Rabu, 29 Juli 2026 | 14:44 WIB
header img
Perbaikan jalan di Kota semarang setelah banyak aduan yang masuk. dokumen

SEMARANG,iNewsPantura.id – Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat kualitas infrastruktur jalan melalui pemeliharaan dan perbaikan yang dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Semarang untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), penanganan kerusakan jalan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, urgensi penanganan, hingga dampaknya terhadap mobilitas masyarakat.

Berbagai pekerjaan infrastruktur pun terus berjalan, mulai dari perbaikan jalan, gorong-gorong, hingga peningkatan fungsi drainase.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, mengatakan setiap pekerjaan dilaksanakan berdasarkan hasil verifikasi lapangan dan skala prioritas. Penanganan darurat menjadi langkah awal apabila ditemukan kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

"Setiap aduan yang masuk melalui Lapor Semar Solusi AWP kami verifikasi terlebih dahulu di lapangan. Penanganannya kami sesuaikan dengan tingkat kerusakan, potensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, fungsi jalan, volume lalu lintas, serta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat," ujarnya.

Sejumlah pekerjaan infrastruktur telah diselesaikan, di antaranya perbaikan perkerasan aspal di Jalan Prof. Soedharto dan perbaikan crossing di Jalan Honggowongso. Sementara itu, perbaikan jalan paving di Jalan Tirto Usodo serta pembangunan gorong-gorong di Jalan Sidodadi, Kecamatan Mijen, masih terus dikerjakan.

Tidak hanya itu, DPU Kota Semarang juga melakukan pembuatan grill saluran di kawasan Simpang Lima untuk meningkatkan kapasitas drainase sekaligus mengantisipasi genangan air saat musim hujan. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemeliharaan infrastruktur secara menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada badan jalan, tetapi juga sarana pendukungnya.

Menurut Suwarto, setiap titik kerusakan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan metode penanganan yang beragam. Beberapa pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu singkat, sedangkan lainnya membutuhkan waktu lebih panjang karena berkaitan dengan pekerjaan struktur maupun penggunaan material khusus.

"Penanganan kerusakan jalan terus kami lakukan secara bertahap. Setiap lokasi memiliki kondisi dan tingkat kerusakan yang berbeda sehingga metode penanganan dan waktu pengerjaannya juga tidak selalu sama. Ada pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat, ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang karena terkait pekerjaan struktur, fabrikasi material khusus, atau koordinasi dengan pihak lain," katanya.

Selain pekerjaan yang bersifat proyek, DPU Kota Semarang juga secara rutin melakukan penambalan jalan berlubang, perbaikan grill dan tutup saluran, serta pemeliharaan drainase jalan di berbagai wilayah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas infrastruktur agar tetap berfungsi optimal dan aman digunakan masyarakat.

Pemerintah Kota Semarang juga terus membuka ruang partisipasi masyarakat melalui kanal pengaduan resmi untuk mendukung percepatan penanganan kerusakan infrastruktur. Laporan yang masuk menjadi salah satu dasar dalam menentukan prioritas pekerjaan di lapangan.

Dengan pemeliharaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemkot Semarang berharap kualitas infrastruktur jalan di Kota Semarang semakin baik dan mampu mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah kota.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut