Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Niat Mandi Berujung Maut, Bocah di Batang Meninggal Tenggelam di Sungai Lojahan
Advertisement . Scroll to see content

Di Tengah El Nino, Kolaborasi PGN-BRIN-Pemkab Batang Berhasil Panen 166,5 Ton Padi Biosalin

Sabtu, 19 September 2026 | 16:56 WIB
  • author SM Said
Di Tengah El Nino, Kolaborasi PGN-BRIN-Pemkab Batang Berhasil Panen 166,5 Ton Padi Biosalin
Hadapi El Niño dan lahan salin, kolaborasi PGN, BRIN, dan Pemkab Batang berhasil memanen 166,5 ton Padi Biosalin bernilai Rp1,3 miliar. Foto Ist

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan tantangan perubahan iklim dan kondisi lingkungan pesisir membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

"Kerjasama pemerintah, dunia usaha, lembaga riset, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah sekaligus memberikan manfaat ekonomi, lingkungan dan masyarakat khususnya petani," kata M. Faiz.

Anggota Dewan Pengarah BRIN Tri Mumpuni menyampaikan keberhasilan panen tersebut merupakan hasil gotong royong dan kolaborasi pemerintah, akademisi, badan usaha, serta masyarakat.

Dia secara khusus mengapresiasi para petani yang gigih mengaplikasikan hasil rekayasa teknologi hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ketahanan pangan di Batang.

Bangun Ekosistem Pesisir Berkelanjutan
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan pengembangan Padi Biosalin merupakan bagian dari komitmen PGN melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR).

Menurutnya, program tersebut diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat. "Panen ini menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat kembali dimanfaatkan dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dan membuka lapangan kerja melalui inovasi dan kolaborasi," kata Fajriyah.

Program Padi Biosalin di Batang merupakan bagian dari kerja sama PGN dan BRIN yang telah dikembangkan di sejumlah wilayah pesisir. Sejak Desember 2024 hingga saat ini, pengembangannya telah mencapai sekitar 232 hektare di Semarang, Jepara, dan Batang.

Di Semarang, pengembangan dimulai pada Desember 2024 di wilayah pesisir Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu. Dari tahap awal seluas 20 hektare, pengembangan secara mandiri terus berjalan hingga mencapai sekitar 180 hektare.

Sementara di Jepara, pengembangan dimulai pada September 2025 dengan penanaman 400 kilogram benih di lahan awal seluas 5 hektare. Luasan kemudian diperluas menjadi sekitar 20 hektare dan telah mencapai panen pada lahan sekitar 22 hektare dengan produktivitas 6-8 ton per hektare.

Model tersebut juga mulai direplikasi ke wilayah lain. Bibit Padi Biosalin 1 yang dikembangkan di Semarang telah diperluas ke Kabupaten Kendal dengan luasan sekitar 353 hektare.

Selain pengembangan pertanian, PGN juga melakukan upaya mitigasi perubahan iklim melalui penguatan ketahanan pangan pesisir dan pelestarian ekosistem.
Sejak 2024, PGN Group turut mendukung penanaman sekitar 14 ribu mangrove di wilayah Batang, Kendal, dan Semarang untuk mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir.

Fajriyah mengatakan pengalaman pengembangan Padi Biosalin di berbagai wilayah menunjukkan pentingnya menyesuaikan model budidaya dengan karakteristik lahan dan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, PGN bersama BRIN terus mendorong replikasi inovasi tersebut ke wilayah pesisir lainnya. Melalui pengembangan ini, PGN berharap Padi Biosalin dapat menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas lahan pesisir sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

"Dari lahan yang menghadapi keterbatasan, kita tumbuhkan produktivitas. Dari inovasi, kita hadirkan solusi. Dan melalui kolaborasi, kita ciptakan keberlanjutan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat," tandas Fajriyah.
 

Editor: Suriya Mohamad Said

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut