Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 81 Tahun Merdeka, Sudirman Said Soroti Kemunduran Etik dan Tata Kelola hingga Penegakan Hukum
Advertisement . Scroll to see content

Hendri Satrio: 74,7% Anak Muda Sulit Cari Kerja, Sudirman Said Dorong Kompetensi Mahasiswa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:27 WIB
  • author Yunibar
Hendri Satrio: 74,7% Anak Muda Sulit Cari Kerja, Sudirman Said Dorong Kompetensi Mahasiswa
Hendri Satrio saat memberikan kuliah umum bertema Anak Muda Memandang Republik di aula pendidikan Universitas Harkat Negeri, Tegal, Rabu (14/10/2026).

TEGAL, iNewsPantura - Persoalan sulitnya memperoleh pekerjaan, pentingnya integritas, dan keinginan anak muda untuk memperbaiki Indonesia menjadi sorotan dalam kegiatan Public Lecture Series bertema Anak Muda Memandang Republik di aula pendidikan  Universitas Harkat Negeri, Tegal, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan analis politik dan komunikasi Hendri Satrio sebagai narasumber. Dalam forum itu, Hendri memaparkan hasil survei mengenai pandangan anak muda Indonesia terhadap masa depan, pekerjaan, dan kondisi republik. 

Sementara itu, Rektor UHN Sudirman Said mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa kuliah untuk membangun kompetensi dan jejaring sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

Dalam pemaparannya, Hendri menyebut 74,7 persen anak muda Indonesia yang menjadi responden surveinya merasa kesulitan mencari pekerjaan. Survei tersebut dilaksanakan pada 23–29 September oleh Kedaikopi dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda.

Hendri menjelaskan, survei dilakukan secara daring dengan responden yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Namun, karena menggunakan metode daring, komposisi responden lebih banyak berasal dari wilayah perkotaan dibandingkan perdesaan.

“74,7 persen pemuda Indonesia merasa sulit cari kerja,” ujar Hendri saat memaparkan hasil survei di hadapan mahasiswa.

Menurut Hendri, temuan tersebut menggambarkan salah satu tantangan yang dihadapi anak muda ketika memasuki dunia kerja. Persoalan kesempatan kerja juga berkaitan dengan harapan generasi muda terhadap masa depan dan pilihan profesi yang ingin mereka jalani.

"Jadi sebanyak 32,8 persen responden menyatakan ingin menjadi pengusaha. Angka tersebut menjadi pilihan profesi terbesar, imbuh Hensat sapaan akrabnya.

Pilihan lainnya meliputi bekerja di bidang NGO dan menjadi pemandu wisata sebesar 7,5 persen, berjualan sebesar 7,1 persen, bekerja di kantor sebesar 6,4 persen, menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sebesar 5,7 persen, menjadi guru atau pengajar sebesar 4 persen, serta menjadi content creator sebesar 3,9 persen.

Hendri mengajak mahasiswa memiliki minat terhadap kewirausahaan dan sejumlah profesi lainnya. Melalui interaksi tersebut, ia mendorong mahasiswa untuk mulai memikirkan pilihan karier sejak masih berada di bangku kuliah.

Paparan mengenai minat berwirausaha itu menjadi relevan dengan pesan Sudirman Said mengenai pentingnya mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan ijazah ketika lulus, tetapi juga memiliki keterampilan dan kemampuan membangun peluang.

Dalam sambutannya, Sudirman Said menyoroti persoalan pengangguran terdidik di Indonesia. Ia merujuk pada pemberitaan harian nasional Kompas pada pekan sebelumnya yang mengangkat persoalan lulusan perguruan tinggi yang belum terserap ke lapangan kerja formal.

"Setiap tahun terdapat sekitar satu juta lulusan perguruan tinggi, mulai dari jenjang sarjana, diploma empat (D4), hingga magister (S2), yang menghadapi tantangan dalam memperoleh pekerjaan formal," jelas Sudirman Said.

Ia mengatakan, berdasarkan tracer study yang disampaikan dalam sambutannya, sebanyak 85 persen lulusan UHN terserap ke dunia kerja. Capaian tersebut, menurut dia, perlu dijaga melalui penguatan kualitas pendidikan dan kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Karena itu, Sudirman berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa kuliah sebagai kesempatan untuk berinvestasi pada pengembangan diri.

"Mahasiswa tidak cukup hanya menyerap ilmu pengetahuan di ruang kelas. Tetapi  juga perlu mengembangkan soft skill, hard skill, keterampilan teknis, serta membangun relasi dengan berbagai kalangan," pungkasnya

Menurut Sudirman, jejaring dapat membantu seseorang memperoleh informasi dan membuka peluang kerja. Oleh sebab itu, interaksi dengan tamu, praktisi, dan berbagai pihak dalam kegiatan kampus perlu dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan agar perguruan tinggi terus memperhatikan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, sehingga lulusan memiliki bekal yang memadai ketika memasuki kehidupan profesional.

 

 

Editor: Yunibar SP

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut