Public Lecture Harkat Negeri: Mirza Adityaswara Soroti Dampak Dinamika Global pada Ekonomi Indonesia
TEGAL, iNewsPantura - Wajib menguasai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta memiliki mimpi besar menjadi kunci bagi generasi muda untuk bisa maju di tengah dinamika global.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022–2026, Mirza Adityaswara, dalam Public Lecture Series bertema “Dampak Dinamika Global terhadap Perekonomian Indonesia” yang digelar di Universitas Harkat Negeri, Rabu (29/04/2026).
Dalam paparannya, Mirza menekankan bahwa perkembangan AI tidak bisa dihindari sehingga masyarakat, khususnya mahasiswa, harus memahami manfaat sekaligus risikonya, termasuk dampaknya terhadap dunia kerja.
"Banyak perusahaan global mulai melakukan efisiensi tenaga kerja dengan memanfaatkan teknologi AI," katanya.
Menurutnya, kemampuan AI saat ini sangat luar biasa, mulai dari penggunaan platform seperti Gemini hingga ChatGPT yang mampu memberikan analisis cepat terkait berbagai isu ekonomi, mulai dari harga minyak hingga dampaknya terhadap APBN dan sektor perbankan.
Selain itu, Mirza juga menyoroti pergeseran kekuatan ekonomi global, termasuk pesatnya pertumbuhan ekonomi Vietnam yang dinilai jauh melampaui Indonesia dalam beberapa dekade terakhir. Ia menilai semangat belajar dan kerja keras menjadi faktor utama yang membedakan daya saing suatu negara.
"Perubahan peta ekonomi dunia yang kini lebih didominasi sektor teknologi, menggantikan dominasi sektor energi dan ritel di masa lalu. Perusahaan berbasis teknologi kini menjadi pemain utama dalam ekonomi global," iimbuhnya.
Di akhir pemaparannya, Mirza mengajak generasi muda untuk tidak takut bermimpi besar sebagai motivasi dalam meraih kesuksesan di masa depan. Menurutnya, mimpi menjadi pendorong penting untuk terus berusaha dan mencapai tujuan hidup.
Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan soft skill bagi mahasiswa dari seluruh jurusan, khususnya dalam hal kepemimpinan dan literasi.
Menurutnya, kehadiran Mirza Adityaswara di kampus tersebut menjadi dorongan penting dalam memperluas wawasan mahasiswa. Ia juga menyoroti bahwa interaksi yang luas akan membuka peluang dan meningkatkan daya saing generasi muda.
“Semakin luas kita berinteraksi, maka wawasan dan kesempatan kita juga akan semakin luas,” ujarnya.
Sudirman menambahkan bahwa kampus memiliki komitmen untuk menjadi pusat literasi dan kreativitas. Selain kompetisi akademik, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan kolaborasi.
Sementara Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Mutmainnah, menambahkan bahwa dinamika global memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian, mulai dari geopolitik hingga perkembangan teknologi. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan analisis dan berpikir kritis mahasiswa.
"Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing," pungkasnya
Editor : Yunibar SP