Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Eksis Sejak Zaman Sunan Kalijaga, Ini Filosofi Ketupat dan Opor Sebagai Hidangan Lebaran
Advertisement . Scroll to see content

Makna dan Filosofi Ketupat Makanan Khas Lebaran di Indonesia

Selasa, 03 Mei 2022 | 13:06 WIB
  • author Nanang Sulaeman
Makna dan Filosofi Ketupat Makanan Khas Lebaran di Indonesia
Makna dan Filosofi Ketupat Makanan Khas Lebaran di Indonesia (Foto: Instagram)

Sementara itu, tadisi ketupat (kupat) lebaran sendiri menurut cerita adalah simbolisasi ungkapan dari bahasa Jawa ku = ngaku (mengakui) dan pat = lepat (kesalahan) yang digunakan oleh Sunan Kalijaga dalam mensyiarkan ajaran Islam di Pulau Jawa yang pada waktu itu masih banyak yang meyakini kesakralan kupat.

Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan. Ngaku lepat ini merupakan tradisi sungkeman yang menjadi implementasi mengakui kesalahan (ngaku lepat) bagi orang Jawa. Prosesi sungkeman yakni bersimpuh di hadapan orang tua seraya memohon ampun.

Laku papat artinya empat tindakan dalam perayaan lebaran. Empat tindakan tersebut adalah lebaran, luberan, leburan, dan laburan. Arti dari masing-masing kata ini adalah:

Leburan memiliki makna habis dan melebur. Maksudnya saat lebaran, dosa dan kesalahan kamu akan melebur habis. Karena setiap umat Islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

Sedangkan laburan adalah labor atau kapur. Kapur adalah zat yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding. Maksudnya adalah agar manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batin satu sama lain..

Editor: Hadi Widodo

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut