
Di sisi lain, Dicky pun menjelaskan bahwa perubahan iklim akibat pemanasan global yang sekarang sedang dirasakan masyarakat dunia juga berdampak pada pergeseran karakter penyakit. Maksudnya, jika dulu penyakit demam berdarah atau malaria ditemukan di dataran rendah, kini penyakit yang disebabkan oleh vektor nyamuk tersebut bisa ditemukan di dataran tinggi.
"Itu terjadi karena suhu di dataran tinggi sudah tidak sedingin dulu. Akibat pemanasan global suhu dataran tinggi sekarang lebih hangat dan ini memungkinkan nyamuk pembawa penyakit bisa hidup di sana. Padahal dulu nyamuk enggak bisa hidup di dataran tinggi," kata Dicky.
Dicky mengambil contoh negara Nepal. Dulu, di negara itu jarang sekali ditemukan nyamuk, beda dengan negara-negara pesisir pantai yang banyak nyamuk. Tapi sekarang, penyakit demam berdarah atau malaria sudah ada di Nepal. “Ini contoh nyata bahwa pemanasan global berdampak juga pada keselamatan kesehatan manusia," ujarnya.
Editor : Hadi Widodo







