JAKARTA - Setidaknya korban binary option telah mengakibatkan banyak kerugaian, dari rugi finansial, sosial bahkan keretakan hubungan keluarga hingga persahatan.
Binary option sudah dilarang di banyak negara karena dianggap mekanismenya penuh kecurangan. Sebab bisa saja broker melakukan manipulasi dalam platform tradingnya.
Platform investasi bodong selalu menjanjikan keuntungan yang seolah pasti dengan nilai berkali lipat dalam jangka waktu yang singkat, serta menawarkan investasi yang tanpa risiko.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobbing mengatakan, masyarakat yang menggunakan binary option maupun judi online setidaknya akan mengalami dua kerugian, selain kerugian finansial, para pengguna investasi ilegal juga akan terdampak kerugian secara sosial.
"Mereka itu main sistem, pertama kita memang dikasih menang dulu, karena sifat manusia yang serakah, mereka tambah lagi, kerugian yang terjadi secara financial," ujar Tongam pada seminar kebangsaan yang diselenggarakan oleh Ikatan keluarga Alumni Institut Injil Indonesia, Senin (21/3/2022).
Di samping itu, Tongam menjelaskan juga terdapat dampak kerugian dari segi sosial. Sebab menurutnya banyak masyarakat yang sudah menggunakan produk ilegal tersebut banyak merekrut orang terdekat terlebih dahulu.
"Selain itu juga ada kerugian besar di masyarakat, ada perceraian, ada keretakan di rumah tangga," kata Tongam
"Mereka akan merekrut orang orang terdekat, suami, mertua, teman kantor, teman kampung, yang pada saat mereka gagal bayar, keretakan terjadi," sambungnya.
Oleh sebab itu Tongam mengatakan pentingnya edukasi kepada masyarakat. Bukan hanya literasi keuangan, namun juga meningkatkan literasi digital yang kuat kepada masyarakat.
"Penting juga literasi digital, artinya masyarakat itu jangan asal buka-buka asal klik, dia harus sadar bahwa itu juga berbahaya," pungkasTongam.
Editor : Hadi Widodo
Artikel Terkait