BATANG , iNewsPantura.id – Teror ribuan lebah liar mengguncang Desa Kambangan, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Senin (16/2/2026). Seorang petani lanjut usia, Robul Rosiun (75), tewas setelah diduga diserang kawanan lebah saat berada di area persawahan.
Tak hanya merenggut satu nyawa, serangan lebah juga melukai puluhan warga yang berupaya memberikan pertolongan. Dua orang di antaranya harus menjalani perawatan di Puskesmas Bandar I.
Korban Robul Rosiun merupakan warga Dukuh Kambangan Selatan RT 02 RW 04, Desa Kambangan. Ia berpamitan pergi ke sawah seorang diri sekitar pukul 13.30 WIB. Namun hingga waktu Maghrib tiba, korban tak kunjung pulang ke rumah.
Keluarga yang khawatir kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian. Setelah dilakukan penyisiran selama beberapa jam, sekitar pukul 21.13 WIB korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di sawah Sewiru, sebelah selatan makam Dukuh Mijensari RT 01 RW 02.
Saat ditemukan, puluhan lebah masih menempel di tubuh korban. Warga segera mengevakuasi jenazah menggunakan ambulans desa menuju rumah duka. Petugas Puskesmas Kambangan 02 bersama aparat Polsek Blado Polres Batang melakukan pemeriksaan awal.
Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal dunia akibat sengatan lebah dalam jumlah masif. Faktor usia yang sudah lanjut diduga memperparah dampak serangan hingga berujung fatal.
Situasi di lokasi sempat mencekam. Ribuan lebah juga menyerang warga yang datang untuk menolong. Puluhan orang mengalami sengatan di bagian kepala, tangan, dan punggung.
Marwiyah (50), warga Dukuh Kambangan Selatan RT 03 RW 01, menjadi salah satu korban yang kini dirawat di Puskesmas Bandar I. Dengan kondisi tubuh masih lemas, ia menceritakan detik-detik saat lebah menyerang.
“Saat itu kami mau menolong, tiba-tiba lebah datang banyak sekali dan langsung menyerang. Saya tidak sempat lari jauh. Rasanya sakit sekali seperti ditusuk-tusuk,” ujarnya dari ruang perawatan.
Menurutnya, ratusan lebah mengerubungi warga yang berada di sekitar sawah. Suasana berubah panik, warga berlarian menyelamatkan diri.
“Saya kena di kepala, tangan, dan punggung. Badan terasa panas dan pusing, akhirnya dibawa ke puskesmas,” tambahnya.
Selain Marwiyah, suaminya juga sempat tersengat dan mendapat penanganan medis.
Sementara itu, Khamim, warga lainnya yang ikut tersengat, mengaku merasakan nyeri hebat namun tidak menjalani perawatan.
“Perih sekali seperti terbakar, tapi saya masih kuat jadi tidak dirawat. Hanya diobati seadanya,” katanya.
Khamim berharap ada langkah cepat untuk menangani sarang lebah liar di sekitar area persawahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Harapan kami lebahnya bisa segera diatasi supaya tidak menyerang warga lagi. Banyak petani setiap hari ke sawah,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat yang beraktivitas di area persawahan dan perbukitan. Warga berharap pihak terkait segera melakukan penanganan terhadap koloni lebah liar demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
