PURWOKERTO,iNewsPantura.id – Sebanyak 10.117 mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi memulai babak baru dalam perjalanan pendidikan mereka. Ribuan mahasiswa tersebut dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Senat Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027.
Pengukuhan yang digelar secara hybrid dari Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman itu bukan sekadar seremoni penerimaan mahasiswa. Momentum tersebut menjadi titik awal bagi ribuan anak muda dari berbagai daerah untuk menimba ilmu, membangun pengalaman, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Jumlah mahasiswa baru tahun ini menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap Unsoed. Dari 117.209 peminat program sarjana dan diploma, sebanyak 10.117 mahasiswa akhirnya tercatat sebagai mahasiswa baru.
Angka peminat tersebut meningkat sekitar delapan persen dibandingkan 2025 yang mencapai 106.692 orang. Pada 2024, jumlah peminat tercatat 106.148 orang.
Dari total mahasiswa baru, sebanyak 1.257 mahasiswa menempuh pendidikan Diploma 3, 8.355 mahasiswa program Sarjana, 181 mahasiswa program profesi, 235 mahasiswa Magister, 73 mahasiswa Doktor, serta 16 mahasiswa program Spesialis-1.
Di antara ribuan mahasiswa tersebut, terdapat pula wajah-wajah dari berbagai negara. Sebanyak 35 mahasiswa asing bergabung melalui sejumlah program, seperti Dharmasiswa, Kemitraan Negara Berkembang atau KNB, Jenderal Soedirman Scholarship, dan Student Exchange.
Mereka datang dari berbagai negara, antara lain Pakistan, Tanzania, Zimbabwe, Vietnam, Thailand, Botswana, Yaman, China, Tajikistan, Kirgistan, Ghana, Chad, Sudan, Gambia, Republik Korea, Laos, Angola, Honduras, hingga Timor Leste.
Kehadiran mahasiswa internasional membuat lingkungan kampus di Purwokerto semakin berwarna. Unsoed tidak hanya menjadi tempat bertemunya mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan lintas negara dan budaya.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., mengatakan proses penerimaan mahasiswa dilakukan melalui tiga jalur, yakni SNBP, SNBT, dan SPMB Mandiri Unsoed.
Menurutnya, proses seleksi dilakukan dengan prinsip ketat, adil, transparan, dan akuntabel untuk mendapatkan calon mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik sekaligus semangat belajar.
Di sisi lain, kesempatan mengenyam pendidikan tinggi juga diberikan kepada mahasiswa dari kelompok yang membutuhkan dukungan. Tahun ini, Unsoed menerima 2.021 mahasiswa melalui KIP Kuliah dan Program Afirmasi Pendidikan Tinggi atau ADik pada jenjang sarjana dan diploma.
Jumlah tersebut mencapai 21,01 persen dari mahasiswa baru jenjang tersebut.
Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng., mengingatkan bahwa kehidupan kampus bukan hanya tentang mengejar nilai akademik.
Menurutnya, mahasiswa memiliki kesempatan untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, membangun jejaring, sekaligus belajar membaca persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Rektor menitipkan tiga bekal kepada mahasiswa baru, yakni memiliki jiwa resiliensi, mengasah kepekaan hati, dan membiasakan diri berkontribusi.
Pesan tersebut menjadi penting karena perjalanan sebagai mahasiswa tidak selalu berjalan mulus. Ada tantangan akademik, dinamika organisasi, perbedaan pandangan, hingga berbagai persoalan sosial yang akan menempa kedewasaan.
Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak berhenti menjadi pribadi yang pintar secara akademik. Mereka juga dituntut memiliki kepedulian dan kemampuan untuk menggunakan ilmu yang dimiliki bagi kepentingan masyarakat.
“Mahasiswa baru ini adalah energi positif bagi bangsa untuk mewujudkan masa depan, dengan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan,” kata Rektor.
Ia menggambarkan mahasiswa baru sebagai tunas-tunas bangsa yang sedang tumbuh dan suatu saat diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.
Perjalanan itu nantinya tidak hanya berlangsung di ruang kuliah. Laboratorium, organisasi mahasiswa, kegiatan sosial, komunitas, hingga interaksi dengan masyarakat menjadi bagian dari proses pembentukan pengalaman dan karakter.
Sebagai perguruan tinggi yang tumbuh dan berkembang di Banyumas, Unsoed berupaya membawa mahasiswa tidak hanya memahami persoalan akademik, tetapi juga realitas kehidupan masyarakat.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah dan negara menjadikan kampus sebagai ruang perjumpaan gagasan. Dari Purwokerto, mereka dipertemukan dengan beragam latar belakang, budaya, pengalaman, dan cara pandang.
Rangkaian penerimaan mahasiswa baru tahun ini juga diisi kuliah umum oleh Kepala Pusat Kesehatan TNI, Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., CFrA., dengan materi wawasan kebangsaan.
Dengan dimulainya tahun akademik 2026/2027, sebanyak 10.117 mahasiswa tersebut kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar Unsoed.
Mereka datang membawa cerita dan cita-cita masing-masing. Namun, ada satu perjalanan yang sama: belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri untuk suatu hari nanti kembali kepada masyarakat dengan ilmu, pengalaman, dan kemampuan yang telah mereka bangun selama berada di bangku perguruan tinggi.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
