SEMARANG, iNewsPantura.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 pada 6–9 Agustus 2026 di Queen City Mall Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Sinergi Penguatan Literasi dan Halal Value Chain”, FAJAR 2026 menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) di Jawa Tengah.
Opening ceremony FAJAR 2026 digelar pada Kamis (6/8/2026) di The Suri Ballroom, Queen City Mall Semarang, dan dihadiri sekitar 400 undangan. Para peserta berasal dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi maupun kabupaten/kota, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), LPPOM MUI, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), pimpinan pondok pesantren, akademisi, perbankan syariah, lembaga ziswaf, asosiasi, pelaku usaha syariah, hingga media massa.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Tengah menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah.
“Peningkatan literasi diperlukan agar masyarakat semakin memahami manfaat produk dan layanan keuangan syariah, sekaligus mampu menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujarnya.
Wakil Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi yang inklusif, peningkatan daya saing daerah, dan penguatan kesejahteraan masyarakat. Ia menambahkan bahwa pengembangan ekonomi syariah juga sejalan dengan penguatan sektor pariwisata di daerah.
“Ekonomi syariah dan wisata halal adalah peluang besar bagi Jawa Tengah. Keduanya harus berjalan beriringan untuk memperkuat daya tarik investasi, meningkatkan kunjungan wisata, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” kata Wakil Gubernur.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus bersinergi dengan Bank Indonesia dalam mempercepat pengembangan ekosistem tersebut.
“BI dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah dan akan terus bekerja sama dalam memperkuat literasi, memperluas sertifikasi halal, serta mengembangkan destinasi wisata ramah muslim di berbagai daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah, terutama melalui penguatan literasi dan Halal Value Chain (HVC).
Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah pelaksanaan workshop bagi guru sebagai Key Opinion Leader (KOL) sekaligus mendorong pembentukan Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES).
Program SPES dirancang untuk mengintegrasikan nilai dan materi ekonomi syariah ke dalam kegiatan intrakurikuler, seperti Pendidikan Agama Islam dan Ekonomi, serta membangun budaya halal dan bersih di lingkungan sekolah melalui pengelolaan kantin sehat, koperasi siswa, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Pembentukan SPES melibatkan sekitar 450 guru dan kepala sekolah SMA se-Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Selain penguatan literasi, BI Jateng juga menjalankan berbagai program pengembangan Halal Value Chain, mulai dari edukasi ekonomi syariah, pelatihan dan sertifikasi penyelia serta auditor halal, pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha, hingga pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).
Sebagai bagian dari rangkaian menuju FESyar Jawa dan ISEF 2026, BI Jateng juga mengembangkan ekonomi syariah melalui implementasi digitalisasi keuangan sosial syariah, business matching pembiayaan, Olimpiade Aksi dan Syiar Eksyar (OASE) 2026, serta Forum Silaturahmi Himpunan Bisnis Pesantren (HEBITREN).
Rangkaian program tersebut menunjukkan komitmen BI bersama mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi dan berkelanjutan di Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, BI Jateng bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan para mitra juga melakukan selebrasi berbagai capaian pengembangan ekonomi syariah. Beberapa di antaranya meliputi penetapan SPES bagi SMAN 14 Semarang, SMKN 1 Salatiga, dan SLB N Surakarta, penetapan Zona KHAS bagi SMP 30 dan SMP 31 Semarang, hasil business matching pembiayaan dari BSI, Bank Jateng Syariah, dan Bank Jakarta Syariah, program wakaf sosial, serta berbagai sertifikasi halal untuk rumah potong hewan, usaha jasa, kuliner, batik, hingga industri mebel.
BI Jateng juga menyerahkan hadiah Halal Chef Competition kategori profesional kepada para pemenang, yakni Mohamad Rozikin (F&B Consultant, Jepara), Wahyu Bagas Widiyanto (Gumaya Tower Hotel Semarang), dan Dhani Ardiansyah (Bodega at Somerset Queen City Semarang).
Selama pelaksanaan FAJAR 2026, BI Jateng bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang juga menggelar edukasi pembentukan Zona KHAS di lingkungan sekolah menengah pertama.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung Jawa Tengah untuk kembali meraih prestasi pada ajang Adinata Syariah 2026. Pada tahun 2025, Jawa Tengah berhasil meraih penghargaan pada enam kategori, yaitu keuangan mikro syariah, Zona KHAS, wakaf, pertumbuhan pelaku usaha bersertifikasi halal, ekonomi pesantren, dan pariwisata ramah muslim.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan Jawa Tengah 2027 yang menempatkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi, FAJAR 2026 juga menghadirkan sesi sharing experience mengenai pengembangan pariwisata ramah muslim.
Di Atrium Queen City Mall, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan capacity building, talkshow, dan Halal Experience yang menghadirkan 18 tenant kuliner dan 9 booth edukasi.
Tahun ini, Halal Experience menghadirkan tiga zona baru, yaitu Halal Value Chain Hub untuk konsultasi dan sertifikasi halal, Business & Financial Hub untuk konsultasi produk dan layanan keuangan syariah, serta Sustainability Hub yang mengedukasi gaya hidup berkelanjutan melalui fesyen, daur ulang, workshop kreatif, dan aksi peduli lingkungan.
Melalui penyelenggaraan FAJAR 2026, BI Jateng berharap dapat memperkuat literasi ekonomi dan keuangan syariah, memperluas implementasi Halal Value Chain, meningkatkan akses pembiayaan dan pasar bagi pelaku usaha syariah, serta mempererat sinergi antar-pemangku kepentingan dan pondok pesantren di Jawa Tengah.
“Semangat kolaborasi yang dibangun melalui FAJAR merupakan wujud kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Tengah,” kata M. Noor Nugroho.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
