KUDUS, iNewsPantura.id - Kabupaten Kudus mencatat penurunan prevalensi stunting menjadi 3,06 persen pada Juli 2026. Angka tersebut turun dibandingkan capaian sebelumnya sebesar 4,03 persen.
Penurunan hampir satu poin persentase itu menjadi sinyal positif bagi upaya pencegahan stunting di Kudus. Namun, capaian tersebut juga menyisakan pekerjaan besar karena Pemerintah Kabupaten Kudus menargetkan tidak ada lagi kasus stunting di wilayahnya.
Komitmen itu kembali ditegaskan melalui MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 yang digelar di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.
Kegiatan yang mengusung tema “Jaga Generasi Emas, Merdeka Lawan Stunting” tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kudus dan Bakti Sosial Djarum Foundation.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, penurunan prevalensi stunting merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan secara bersama-sama. Meski demikian, ia meminta capaian tersebut tidak membuat pemerintah dan masyarakat mengendurkan upaya pencegahan.
“Angka stunting kita turun dari 4,03 persen menjadi 3,06 persen. Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri, tetapi jangan sampai membuat kita berhenti. Target kita adalah zero stunting,” kata Sam’ani.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
