Stunting Kudus Turun Jadi 3,06 Persen, Target Zero Stunting Jadi Tantangan Berikutnya

Nur Choiruddin
MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 yang digelar di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. (Foto: Nur Choiruddin).

Menurut dia, pencegahan stunting tidak dapat hanya mengandalkan intervensi ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan. Perubahan perilaku di tingkat keluarga justru menjadi salah satu kunci untuk menjaga tumbuh kembang anak sejak dini.

Pemenuhan gizi seimbang, kebersihan lingkungan, pola hidup sehat, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, kata Sam’ani, perlu dilakukan secara konsisten.

“Generasi emas harus dipersiapkan mulai dari keluarga. Jangan hanya ketika anak sakit kita baru memperhatikan kesehatan. Kebiasaan hidup sehat, asupan gizi yang baik, dan lingkungan yang sehat harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Persoalan stunting sendiri masih menjadi perhatian nasional. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional tercatat 19,8 persen, turun dari 21,5 persen pada 2023. Pemerintah menargetkan angka tersebut kembali ditekan hingga 14,2 persen pada 2029.

Di Kudus, upaya pencegahan juga diarahkan pada penguatan edukasi dan akses layanan kesehatan bagi keluarga. Salah satunya melalui MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 yang menghadirkan pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan tumbuh kembang anak, layanan psikologi keluarga, edukasi gizi, serta kegiatan olahraga bersama.

Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation Ahmad Budiarto mengatakan, perubahan kebiasaan menjadi bagian penting dalam membangun keluarga sehat.

“Membangun keluarga sehat tidak cukup hanya dengan kesehatan murni saja, tetapi bagaimana membangun kebiasaan hidup sehat. Di sinilah Djarum Foundation bersama MilkLife ingin hadir, memberikan edukasi dan mengajak masyarakat menjadikan hidup sehat sebagai kebiasaan sehari-hari,” kata Ahmad.

Festival tersebut melibatkan 19 Puskesmas dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Keterlibatan tenaga kesehatan diharapkan tidak berhenti pada layanan pemeriksaan, tetapi juga mendorong keluarga lebih aktif mengenali kebutuhan gizi dan memantau tumbuh kembang anak.

Penurunan angka stunting menjadi 3,06 persen menempatkan Kudus pada capaian yang relatif rendah. Namun, target zero stunting membuat pemerintah masih harus memastikan bahwa intervensi berjalan hingga tingkat keluarga dan menjangkau kelompok yang paling rentan.

Dengan demikian, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan angka yang rendah, melainkan memastikan tidak terjadi kasus baru. Edukasi, pemantauan tumbuh kembang, pemenuhan gizi, serta kebiasaan hidup sehat menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Bagi Kudus, angka 3,06 persen bukan menjadi garis akhir, melainkan pijakan menuju target yang lebih ambisius: memastikan setiap anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.

Editor : Eddie Prayitno

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network