Polisi Dalami Kematian Bocah 7 Tahun di Kendal, Ada Indikasi Melibatkan Orang Lain

Eddhie Prayitno
Bupati kendal mengunjungi keluarga korban meninggal yang ditemukan di dalam rumah di Bandenga. eddie prayitno/iNews

KENDAL,iNewsPantura.id – Misteri kematian AK, bocah berusia 7 tahun di Perumahan Rahayu Mutiara Indah, Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, Jawa Tengah, hingga kini belum terungkap.

Polisi masih menyelidiki penyebab dan motif kematian AK yang ditemukan meninggal bersama ayah tirinya, Enang Nurudin Pratama, di dalam rumah pada Sabtu (29/8/2026).

KBO Satreskrim Polres Kendal Iptu Dul Rohman mengatakan, penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.

“Masih kami dalami penyebab dan motifnya. Saksi di lokasi juga terbatas,” kata Dul Rohman, Rabu (2/9/2026).

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan indikasi bahwa kematian AK diduga melibatkan orang lain.

Namun, polisi belum menyampaikan siapa yang diduga terlibat maupun bagaimana peristiwa tersebut terjadi. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan temuan tersebut berdasarkan bukti yang cukup.

Berbeda dengan AK, kematian Enang yang ditemukan dalam kondisi tergantung sementara diduga tidak melibatkan orang lain.

Meski demikian, kepolisian masih melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kedua kasus tersebut untuk memastikan penyebab kematian.

Penyelidikan terhadap kematian AK juga menghadapi keterbatasan karena keluarga tidak mengizinkan dilakukan autopsi.

Polisi kemudian mengandalkan hasil visum luar serta pemeriksaan tempat kejadian perkara sebagai bagian dari penyelidikan.

Selain itu, sejumlah saksi masih dimintai keterangan. Polisi juga mendalami informasi dari ibu korban, Durrotus Saniah, yang selama ini bekerja di luar negeri.

Dul Rohman menegaskan polisi belum ingin berspekulasi mengenai motif maupun penyebab pasti kematian sebelum seluruh proses penyelidikan selesai.

Di tengah proses penyelidikan, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mendatangi keluarga korban pada Rabu (2/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan sekaligus memastikan keluarga mendapatkan pendampingan dari pemerintah daerah.

Durrotus Saniah diketahui telah pulang dari luar negeri setelah mendapat cuti sekitar 40 hari untuk mengurus keperluan keluarga dan pemakaman anaknya.

Bupati mengatakan pemerintah daerah akan membantu keluarga korban, termasuk mengupayakan bantuan sosial melalui Dinas Sosial.

Durrotus menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah. Dengan penuh haru, ia mengenang AK sebagai anak yang ceria.

Sementara itu, polisi masih bekerja untuk mengurai peristiwa yang terjadi di rumah tersebut. Penyidik terus mengumpulkan keterangan dan bukti sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab maupun motif kematian AK.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network