Temuan 6.034 Kasus TB di Kabupaten Tegal Jadi Perhatian Kapolda Jateng

Yunibar
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo saat melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Adiwerna, Kabupaten Tegal, Rabu (23/09/2026).

SLAWI, iNewsPantura – Persoalan tuberkulosis (TB) di Kabupaten Tegal masih menjadi pekerjaan besar. Dari 6.034 penderita TB paru yang tercatat, baru sekitar 65 persen yang telah mendapatkan penanganan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo saat melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Adiwerna, Kabupaten Tegal, Rabu (23/09/2026).

Kunjungan Kapolda tidak hanya melihat pelayanan kesehatan, tetapi juga meninjau langsung pelaksanaan skrining dan Active Case Finding (ACF) TB, mulai pemeriksaan dahak, rontgen gratis hingga tracing kontak erat penderita.

Kapolda bersama Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol. Dr. Ignatius Hendra Arifianto, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo serta jajaran pejabat Polres Tegal melihat langsung proses pendaftaran dan skrining yang dilakukan tenaga kesehatan Puskesmas Adiwerna bersama Dokkes Polres Tegal.

Peninjauan berlanjut ke ruang bilik pengambilan sampel dahak dan lokasi pemeriksaan rontgen pasien.

Besarnya jumlah penderita TB sekaligus belum optimalnya cakupan penanganan menunjukkan bahwa persoalan TB tidak cukup hanya mengandalkan pasien datang berobat ke fasilitas kesehatan.

Penemuan kasus secara aktif dan pelacakan kontak erat menjadi kunci untuk memutus rantai penularan.

Karena itu, Polres Tegal mendorong pemanfaatan TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis) dalam kegiatan tracing kontak erat.

Polres Tegal menjadi penggagas awal pemanfaatan TOSS TB untuk mendukung tracing TB di Jawa Tengah.

Program tersebut mengintegrasikan peran Bhabinkamtibmas dengan tenaga kesehatan untuk menelusuri orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB.

Dengan berada langsung di tengah masyarakat, Bhabinkamtibmas diharapkan mampu membuka akses yang lebih cepat kepada warga yang berisiko.

Tidak hanya mencari kontak erat, personel juga memberikan edukasi mengenai pemeriksaan dini, kepatuhan menjalani pengobatan dan pencegahan penularan.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo mengatakan keterlibatan Polri merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah dan tenaga kesehatan dalam mempercepat penemuan serta penanganan kasus TB.

“Polri melalui Bhabinkamtibmas akan terus mendukung skrining dan tracing kontak erat penderita TB bersama tenaga kesehatan. Melalui TOSS TB, kami berupaya memperkuat proses penemuan kontak erat agar masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dapat segera mendapatkan pelayanan dan penanganan,” ujar Bayu.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jateng bersama Kapolres Tegal, Bupati Tegal H. Ishack Maulana Rohman dan Kepala Puskesmas Adiwerna menyerahkan bingkisan kepada perwakilan pasien.

Sebanyak 80 orang penerima mendapatkan bingkisan dalam kegiatan tersebut.

Kapolda juga memberikan penghargaan kepada dua Bhabinkamtibmas dengan capaian tracing kontak erat penderita TB tertinggi di jajaran Polda Jawa Tengah, yakni AIPDA Andrieas Eka, S.H. dan BRIPDA Toto Yuniarto.

Bupati Tegal H. Ishack Maulana Rohman, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Edy Sucipto, Kepala Puskesmas Adiwerna Hj. Titin Winingsih, S.ST., Bdn., M.M., serta perwakilan PPTI Kabupaten Tegal turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Data 6.034 penderita TB paru dengan penanganan sekitar 65 persen menjadi gambaran bahwa pekerjaan rumah masih cukup besar.

Masih terdapat sekitar 35 persen kasus yang belum mendapatkan penanganan, sehingga penguatan skrining, penemuan kasus aktif dan tracing kontak erat menjadi semakin penting.

Kolaborasi Polri, Dinas Kesehatan, Puskesmas, PPTI, pemerintah daerah dan masyarakat kini diarahkan bukan hanya untuk menemukan penderita, tetapi memastikan pasien mendapatkan pengobatan hingga sembuh dan kontak erat segera diperiksa.

Melalui TOSS TB, keterlibatan Bhabinkamtibmas menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan penanganan TB hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Targetnya jelas: semakin banyak kasus ditemukan, semakin cepat diobati, dan semakin kecil peluang TB terus menular.

Editor : Yunibar SP

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network