Integrasikan CCTV di Purworejo, Warga Bisa Pantau Kondisi Wilayah Secara Real Time

Joe Hartoyo
Bimbingan Teknis Integrasi CCTV ke dalam aplikasi LEKJO. dokumen

PURWOREJO,iNewsPantura.id – Warga Kabupaten Purworejo kini dapat memantau kondisi sejumlah titik wilayah secara langsung melalui layanan LEKJO (Lensa Kabupaten Purworejo). Platform berbasis kamera pengawas tersebut memungkinkan masyarakat melihat situasi lalu lintas, cuaca, hingga kondisi sejumlah lokasi strategis sebelum beraktivitas.

Pengembangan layanan tersebut terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Dinkominfostasandi), salah satunya dengan mengintegrasikan kamera pengawas milik berbagai perangkat daerah ke dalam satu sistem.

Upaya itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis Integrasi CCTV ke dalam aplikasi LEKJO yang digelar Kamis (24/9/2026).

Kepala Dinkominfostasandi Purworejo Ganis Pramudito mengatakan, sejak awal LEKJO dirancang untuk menyediakan informasi visual mengenai kondisi wilayah secara real time yang bisa diakses masyarakat melalui internet.

“Melalui platform LEKJO ini, masyarakat dapat memantau situasi wilayah di berbagai titik strategis di Purworejo. Tujuan awalnya memang menyediakan informasi visual secara real time kepada masyarakat melalui website,” kata Ganis saat membuka kegiatan bimtek.

Saat ini, layanan LEKJO telah didukung 26 unit CCTV aktif yang tersebar di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Purworejo.

Kamera tersebut beroperasi selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses tayangan kamera kapan saja untuk memperoleh gambaran kondisi di lokasi yang hendak dituju.

Menurut Ganis, integrasi CCTV diperlukan agar kamera yang dikelola masing-masing perangkat daerah tidak berjalan sendiri-sendiri. Tayangan kamera yang memenuhi ketentuan nantinya dapat ditampilkan melalui satu portal terpadu.

Dalam proses integrasi tersebut, setiap perangkat daerah diminta melakukan inventarisasi data CCTV yang dimiliki. Data yang terkumpul selanjutnya akan disesuaikan oleh Dinkominfostasandi sebelum ditampilkan melalui LEKJO.

“Pemeliharaannya tetap di perangkat daerah. Kami hanya mengintegrasikan penayangan CCTV ke LEKJO agar dapat dilihat masyarakat,” jelasnya.

Pembagian tugas tersebut membuat perangkat daerah tetap bertanggung jawab terhadap operasional, kualitas, dan pemeliharaan kamera masing-masing. Sementara Dinkominfostasandi berperan sebagai pengelola utama LEKJO sekaligus koordinator integrasi dan keamanan sistem.

Kehadiran LEKJO diharapkan dapat memberikan informasi awal bagi masyarakat sebelum mendatangi suatu lokasi.

Selain kondisi arus lalu lintas dan cuaca, tayangan CCTV ke depan dapat dimanfaatkan untuk melihat situasi tempat publik, antrean pelayanan, maupun kondisi pada momentum tertentu yang biasanya menyebabkan peningkatan aktivitas masyarakat.

“Nantinya dengan integrasi tersebut diharapkan membantu masyarakat memantau kondisi lalu lintas, antrean pelayanan, tempat publik, serta situasi pada momentum tertentu, seperti Lebaran, Tahun Baru, karnaval, dan kegiatan masyarakat lainnya,” ujar Ganis.

Dengan informasi visual tersebut, warga dapat mempertimbangkan waktu dan lokasi sebelum bepergian. Pemerintah berharap keberadaan LEKJO tidak hanya menjadi layanan informasi publik, tetapi juga mendukung tata kelola wilayah yang semakin terkoneksi dan responsif.

Pada akhirnya, akses informasi kondisi lapangan secara langsung diharapkan dapat membantu masyarakat mengatur perjalanan maupun kebutuhan pelayanan secara lebih efisien.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network