PURWOREJO,iNewsPantura.id — Perbedaan suku, agama, dan ras menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, keberagaman tersebut tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh atau memelihara prasangka.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi saat menghadiri Sekolah Moderasi Beragama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo di MTs Ma’arif NU Purwodadi, Kamis (24/9/2026).
Di hadapan para siswa, Dion mengajak generasi muda memandang perbedaan sebagai kesempatan untuk saling mengenal dan memahami. Menurutnya, keberagaman justru dapat menjadi kekuatan apabila disikapi dengan pikiran terbuka.
"Semakin kuat iman seseorang, justru akan semakin membuka pikirannya ketika melihat perbedaan. Kedamaian dapat terwujud, bermula dari rasa saling mengenal dan memahami," ujar Dion.
Ia mengingatkan agar sikap terbuka terhadap perbedaan tidak dimaknai dengan mengurangi keyakinan yang dianut masing-masing. Para pelajar tetap diharapkan memiliki pemahaman agama yang kuat sekaligus mampu menghargai orang lain yang memiliki latar belakang berbeda.
Dion berharap pelajar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan wawasan luas. Kemampuan memahami beragam sudut pandang dinilai penting agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik maupun permusuhan.
Selain berbicara mengenai moderasi beragama, Dion juga mengingatkan para siswa untuk mulai menjaga kesehatan sejak usia muda.
Ia menyoroti kecenderungan meningkatnya penyakit yang berkaitan dengan pola hidup dan mulai banyak ditemukan pada kelompok usia di bawah 30 tahun.
"Segala cita-cita kalian hanya dapat dicapai jika memiliki tubuh yang sehat dan umur yang panjang. Oleh karena itu, jaga terus kesehatan fisik kalian," tegasnya.
Menurut Dion, kesehatan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda. Pengetahuan dan cita-cita yang dimiliki pelajar perlu didukung kondisi fisik yang sehat agar dapat diwujudkan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala MTs Ma’arif NU Purwodadi Muhamad Mustofa mengatakan kegiatan Sekolah Moderasi Beragama memberikan tambahan wawasan kepada siswa untuk menghadapi kehidupan sosial yang penuh keberagaman.
Menurutnya, pemahaman moderasi menjadi bekal penting agar para siswa mampu bersosialisasi tanpa mudah terjebak pada prasangka terhadap kelompok yang berbeda.
"Melalui tema 'Bersatu dalam Perbedaan dan Kuat dalam Kebersamaan', kita ingin rasa toleransi tertanam kuat pada diri generasi emas mendatang. Dengan begitu, masyarakat dapat berjalan beriringan dan bersatu membawa Indonesia menjadi negara yang maju," pungkas Muhamad Mustofa.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman di lingkungan sekolah. Nilai toleransi dan sikap saling menghormati diharapkan dapat dibawa para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
