KENDAL,iNewsPantura.id – Ratusan anak usia dini di Kabupaten Kendal punya cara berbeda untuk mengenal ibadah haji. Sebanyak 420 anak diajak mengikuti simulasi perjalanan haji di halaman Stadion Utama Kendal, lengkap dengan berbagai tahapan yang diperagakan secara langsung.
Dengan didampingi guru, anak-anak mengikuti rangkaian manasik dari satu tahapan ke tahapan berikutnya. Mereka mengelilingi Ka'bah dalam simulasi tawaf, melakukan sa'i antara Safa dan Marwah, melempar jumrah, hingga mengikuti prosesi tahallul dengan menggunting rambut.
Meski mengenalkan tata cara ibadah, kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana yang jauh dari kesan kaku. Anak-anak tampak mengikuti setiap tahapan dengan gembira karena proses belajar dikemas melalui praktik dan permainan.
Peserta berasal dari 12 lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), meliputi Raudhatul Athfal (RA), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Kelompok Bermain (KB).
Ketua Ikatan Guru PAUD Kota Kendal, Titik Kastiwati, mengatakan konsep manasik sengaja dibuat menyenangkan agar anak-anak memperoleh pengalaman yang sesuai dengan dunia mereka.
“Kegiatan manasik haji ini dikemas dengan suasana riang gembira agar anak-anak mendapatkan pengalaman yang berkesan,” kata Titik.
Menurutnya, praktik secara langsung membuat anak lebih mudah mengenali tahapan ibadah haji dibandingkan hanya mendapatkan penjelasan di dalam kelas.
“Pengenalan tahapan ibadah haji dilakukan sejak usia dini, dengan harapan anak-anak dapat memahami tata cara ibadah haji dan kelak dapat menunaikannya ke Tanah Suci,” ujarnya.
Ketua Muslimat NU Kabupaten Kendal, Niken Larasati, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar simulasi perjalanan haji. Manasik juga menjadi salah satu cara mengenalkan nilai-nilai keagamaan kepada anak melalui pengalaman yang menyenangkan.
“Pengenalan ibadah haji di usia dini juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter anak,” kata Niken.
Ia berharap pengalaman mengikuti manasik dapat tersimpan sebagai kenangan positif bagi anak-anak. Dengan demikian, pengenalan agama tidak hanya berlangsung melalui teori, tetapi juga melalui kegiatan yang mereka alami sendiri.
“Melalui kegiatan yang menyenangkan, pengalaman manasik diharapkan menjadi kenangan yang melekat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap agama dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Manasik haji anak tersebut merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun oleh lembaga PAUD Muslimat NU Kabupaten Kendal.
Tahun ini, ratusan peserta mengikuti seluruh rangkaian simulasi dengan pendampingan guru. Anak-anak dikenalkan pada berbagai tahapan ibadah haji secara bertahap, mulai dari tawaf hingga tahallul.
Bagi para peserta, kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang berbeda. Mereka tidak hanya mendengar atau melihat penjelasan guru, tetapi diajak bergerak dan mempraktikkan langsung setiap tahapan.
Cara belajar seperti ini diharapkan membuat pengenalan ibadah haji terasa lebih dekat dengan kehidupan anak sekaligus meninggalkan pengalaman positif yang dapat mereka ingat hingga dewasa.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
