JEPARA,iNewsPantura.id – Kecurigaan keluarga terhadap penyebab kematian Soliyanti, 42, mendorong polisi membongkar makam ibu rumah tangga tersebut untuk keperluan otopsi.
Ekshumasi dilakukan di pemakaman umum Desa Kedung Leper, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin (26/10/2026), guna memastikan penyebab kematian korban, termasuk kemungkinan adanya tindak kekerasan.
Kecurigaan keluarga muncul setelah melihat luka lebam pada bagian wajah dan dada korban saat prosesi memandikan jenazah. Keraguan semakin besar ketika keluarga menerima informasi berbeda mengenai lokasi Soliyanti sebelum meninggal dunia.
Semula, keluarga mendapat kabar bahwa korban meninggal saat berada di lapak pedagang angkringan. Namun, belakangan seorang rekan korban menyampaikan informasi bahwa Soliyanti meninggal saat berada di rumah seorang pria berinisial T, warga Kelurahan Bulu, Jepara.
Perbedaan informasi tersebut membuat keluarga mempertanyakan penyebab kematian korban dan meminta persoalan itu ditelusuri lebih lanjut.
Menindaklanjuti hal tersebut, Satreskrim Polres Jepara melakukan ekshumasi dengan melibatkan tim forensik Polda Jawa Tengah. Pemeriksaan terhadap jenazah diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kematian sekaligus mengungkap ada atau tidaknya tanda kekerasan.
Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Oktavian Andika Saputra mengatakan, otopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban melalui pemeriksaan medis forensik.
“Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan adanya luka lebam dan memar pada tubuh korban. Meski demikian, temuan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan kaitannya dengan kematian Soliyanti,” jelas kasat.
Selain melakukan ekshumasi dan otopsi, penyidik juga telah memeriksa sejumlah orang yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan peristiwa meninggalnya korban.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian. Hasil tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik kematian Soliyanti.
Hingga pemeriksaan forensik selesai, dugaan adanya kekerasan masih perlu dibuktikan melalui hasil medis dan penyelidikan kepolisian. Polisi terus mendalami keterangan para saksi serta informasi yang diterima untuk memastikan rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
