SEMARANG.iNewsPantura.id - Ribuan warga di Pudakpayung kecamatan Banyumanik Kota Semarang menggelar sadranan Sendang Gede. Tradisi menguras sumber mata air ini merupakan tradisi leluhur peninggalan mbah Nyai Tayem yang dimanfaatkan untuk mandi mencuci dan memasak.
Prosesi sadranan diawali warga dilumuri dengan lumpur, kemudian warga mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua menceburkan diri untuk membersihkan dan menguras sendang sekaligus membersihkan lumpur yang menempel di tubuhnya.
Prosesi nguras sendang berlangsung meriah warga menguras air sembari berebut menangkap ikan lele yang sudah dibudidayakan di sendang sejak setahun yang lalu.
Bersamaan pembersihan sendang, warga juga menyembelih 150 ekor ayam dari sumbangan warga. Ayam tersebut di bakar dan menjadi sajian utama pada prosesi sadranan dan dibagikan kepada warga dan pengunjung yang datang menyaksikan prosesi sadranan.
Ritual tahunan yang dilaksanakan secara turun temurun untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. Filosofi sadranan sendang gede ini juga sebagai pembersihan diri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Pprosesi sadranan ditutup dengan berziarah ke makam setempat, kemudian warga makan bersama di area sendang. Dengan tradisi ini kerukunan antar warga terjaga dan peninggalan leluhur dapat dilestarikan,
Editor: Eddie Prayitno
Related News
Ngunduh Mantu Unik,Tradisi Dibalut Seni Teatrikal dan Puisi
Stasiun Tawang Berwajah Baru, Semarang Perkuat Konektivitas dan Kawasan Heritage
Anak Berani Bicara Jadi Kunci Perlindungan Anak di Kota Semarang
Donor Darah Jadi Wujud Kepedulian, Puluhan Kantong Darah Terkumpul dalam Baksos HUT INI
Kuliner Nusantara Naik Kelas, Hotel di Semarang Hadirkan dengan Sentuhan Modern
Gandeng 16 Lembaga Pendidikan, Perkuat Sinergi Dunia Pendidikan dan Industri
Latest Video
Laporan dari Tanah Suci: Suasana Haru Jelang Pelaksanaan Ibadah Haji di Mekkah
Dukung Penuh KIK, Paguyuban SIMPATI Kendal Serukan Kolaborasi Jaga Kondusivitas
Mantan Camat di Pemalang Meninggal, Ditusuk Keponakan, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Aliansi Siber Army Jateng Ajak Netizen Cerdas dan Bijak Bermedia Sosial
Keluarga Korban Ledakan Garut, Kopda Eri Dwi Priyambodo di Temanggung, Menanti Kedatangan Jenazah