get app
inews
Aa Text
Read Next : KH Sholeh Darat Menuju Pahlawan Nasional, Seminar Nasional Perkuat Usulan

Tunggakan Air Tembus Rp3 Miliar, PDAM Tirta Moedal Semarang Gelar “Operasi Ketupat”

Senin, 09 Maret 2026 | 22:16 WIB
header img
Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan beserta jajaran, didampingi pihak TNI-Polri dan petugas penertiban saat apel Operasi Ketupat di Kantor PDAM Tirta Moedal, Semarang, Senin (9/3/2026). (Foto : iNewsPantura.id/ Dimas).

SEMARANG, iNewsPantura.id – Tunggakan pelanggan Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang mencapai sekitar Rp3 miliar. Untuk menertibkan pembayaran, PDAM menggelar penertiban bertajuk “Operasi Ketupat” yang menyasar ribuan pelanggan menunggak.

Direktur PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan, mengatakan jumlah pelanggan yang menunggak saat ini mencapai sekitar 14 ribu sambungan atau sekitar 17 persen dari total pelanggan.

“Sebagian besar yang menunggak merupakan kategori rumah tangga. Wilayah dengan tunggakan terbanyak berada di Semarang Utara, bahkan ada pelanggan yang menunggak hingga tujuh bulan,” ujar Ady, Senin (9/3/2026).

Melalui Operasi Ketupat, PDAM melakukan penertiban pembayaran mulai 9 hingga 13 Maret 2026. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan pelanggan dalam memenuhi kewajiban pembayaran tagihan air.

Menurut Ady yang akrab disapa Mas Wawan, operasi tersebut juga dilakukan menjelang Lebaran agar pelanggan dapat menyelesaikan kewajiban pembayaran sebelum mudik.

“Sehingga menjelang Lebaran ini pelanggan bisa mudik dengan tenang setelah melakukan pembayaran dengan tertib dan menjalankan ibadah dengan lancar,” katanya.

Ia mengimbau pelanggan yang masih menunggak agar segera melunasi tagihan air yang telah digunakan. Jika hingga batas waktu yang ditentukan pelanggan tidak melakukan pembayaran, PDAM akan mengambil tindakan tegas berupa pemutusan sementara aliran air.

“Jika sudah dikunjungi petugas dan sampai sore belum melunasi tagihan, kami akan melakukan pemutusan aliran air di rumah pelanggan,” tegasnya.

Mas Wawan menambahkan, selama ini masih banyak pelanggan yang menunda pembayaran hingga tiga bulan atau bahkan lebih karena lupa atau menyepelekan tagihan.

“Kami berharap pelanggan lebih tertib membayar tagihan karena ini penting untuk keberlanjutan operasional pelayanan air bersih di Kota Semarang. Tagihan yang harus dibayar termasuk denda keterlambatan setiap bulannya,” pungkasnya.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut