Puluhan Miliar Dana Sihara Belum Cair, Nasabah Gerudug Koperasi di Boja
KENDAL,iNewsPantura.id – Polemik pencairan dana Simpanan Hari Raya (Sihara) di Koperasi Bhakti Makmur Jaya, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, memicu aksi protes puluhan nasabah, Jumat (27/3/2026). Mereka menuntut kejelasan pengembalian dana yang hingga kini belum diterima, meskipun telah melewati Idulfitri 2026.
Dana nasabah yang belum dicairkan tersebut diduga mencapai puluhan miliar rupiah. Dugaan penggelapan mengarah pada salah seorang pengurus koperasi.
Aksi dimulai di kantor koperasi yang berada di Jalan Sapen, Desa Boja. Para nasabah datang dengan membawa spanduk bernada protes serta menyuarakan tuntutan agar dana mereka segera dikembalikan.
Suasana sempat memanas saat massa meneriakkan tuntutan secara bersama-sama. “Kembalikan uang kami, jangan embat uang kami!” teriak mereka.
Tidak puas dengan respons yang diterima, massa kemudian bergerak menuju kediaman pengurus koperasi tadi di Desa Ngabean. Di lokasi tersebut, mereka kembali melakukan aksi dengan memasang spanduk penagihan.
Salah satu nasabah, Setiyati, mengungkapkan kekecewaannya karena dana deposito miliknya sebesar Rp100 juta belum juga bisa dicairkan, padahal telah jatuh tempo sebelum Lebaran.
“Uang itu saya kumpulkan siang malam. Tapi sekarang tidak bisa saya ambil,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku sempat menerima sebagian dana Sihara sebesar Rp14 juta beberapa hari sebelum Lebaran.
Keluhan serupa disampaikan Novi. Ia menyebut total simpanannya mencapai Rp70 juta, namun hingga kini belum ada kejelasan terkait pencairan dana tersebut.
“Sampai sekarang belum ada kepastian kapan uang kami bisa dicairkan,” katanya.
Sementara itu, pihak koperasi melalui salah satu pegawainya menyatakan bahwa permasalahan ini akan segera dibahas bersama tim hukum dan ekonomi. Selain itu, koperasi juga akan melakukan pembenahan dalam struktur kepengurusan.
“Nanti setelah semuanya selesai, kami akan mengundang para nasabah untuk membahas mekanisme penyelesaiannya,” ujarnya.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berakhir secara tertib. Namun demikian, para nasabah berharap ada langkah konkret dalam waktu dekat untuk mengembalikan hak mereka.
Editor : Eddie Prayitno