Tradisi Pedang Pora Tandai Awal Kepemimpinan Baru di Polres Salatiga
SALATIGA,iNewsPantura.id – Estafet kepemimpinan di lingkungan Polres Salatiga resmi berganti. Tradisi Pedang Pora digelar untuk menyambut Kapolres Salatiga yang baru, AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H., di Mapolres Salatiga, Kamis (30/7/2026).
Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus penyerahan amanah kepemimpinan dalam menjaga keamanan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kedatangan AKBP Jonathan David Harianthono disambut dengan suasana khidmat dan penuh makna. Ia menerima pengalungan untaian bunga melati dari sepasang anak yang mengenakan pakaian adat Jawa sebelum memasuki Gerbang Pedang Pora yang telah dipersiapkan oleh jajaran Polres Salatiga.
Prosesi penyambutan diiringi oleh jajaran Pejabat Utama Polres Salatiga, para kapolsek, personel, aparatur sipil negara Polri, hingga Bhayangkari Cabang Salatiga. Tradisi tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan bagi pejabat yang akan mengemban amanah baru sebagai pimpinan di lingkungan kepolisian.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyambutan resmi oleh Kapolres Salatiga sebelumnya, AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H. Momentum tersebut menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan yang selama ini menjadi bagian penting dalam institusi Polri.
Sebagai bentuk penyerahan amanah dan tanggung jawab jabatan, AKBP Ade Papa Rihi menyerahkan kunci ruang kerja Kapolres kepada AKBP Jonathan David Harianthono. Penyerahan tersebut tidak hanya bermakna seremonial, tetapi juga menjadi simbol berpindahnya tanggung jawab dalam memimpin dan mengawal pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Salatiga.
Sebelum memasuki ruang kerja Kapolres, seluruh rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin Ketua Badan Kerja Sama Gereja Salatiga (BKGS), Dr. Urip Yudono, M.Pd.K. Doa dipanjatkan agar Kapolres Salatiga yang baru senantiasa diberikan kesehatan, hikmat, serta kelancaran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Selain itu, doa juga dipersembahkan bagi AKBP Ade Papa Rihi yang kini mengemban amanah baru sebagai Kapolres Tasikmalaya agar senantiasa diberikan kemudahan dan keberhasilan dalam menjalankan tugas di tempat yang baru.
Suasana penuh kehangatan tampak mewarnai prosesi pergantian kepemimpinan tersebut. Tradisi Pedang Pora tidak hanya menjadi simbol penerimaan pejabat baru, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat harus terus berjalan secara berkesinambungan di tengah pergantian kepemimpinan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemotongan pita sebagai tanda dimulainya penggunaan ruang kerja Kapolres oleh AKBP Jonathan David Harianthono. Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan di Polres Salatiga.
Tradisi Pedang Pora sendiri merupakan tradisi kehormatan yang telah lama dijaga di lingkungan Polri. Tradisi ini melambangkan penghormatan, penerimaan, dan estafet kepemimpinan yang dijalankan secara berkesinambungan. Melalui prosesi tersebut, setiap pergantian pimpinan diharapkan mampu memperkuat semangat pengabdian serta menjaga soliditas dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Pergantian kepemimpinan juga diharapkan membawa semangat baru dalam meningkatkan profesionalisme, pelayanan publik, serta penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan kepemimpinan yang baru, Polres Salatiga diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Komitmen untuk mewujudkan pelayanan kepolisian yang profesional dan Presisi pun diharapkan terus menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan tugas. Di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang, kesinambungan kepemimpinan menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Melalui Tradisi Pedang Pora, pergantian jabatan tidak hanya dimaknai sebagai pergantian sosok pemimpin, tetapi juga sebagai keberlanjutan amanah untuk senantiasa hadir memberikan rasa aman, perlindungan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Editor: Eddie Prayitno