Tembakau Temanggung Diklaim Makin Bagus, Pabrikan Diminta Tambah Serapan
TEMANGGUNG,iNewsPantura.id – Persoalan serapan dan harga kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Temanggung di tengah musim panen tembakau. Bupati Agus Setyawan bersama rombongan lintas sektor mendatangi sejumlah gudang pabrikan rokok untuk memastikan hasil panen petani, khususnya tembakau Temanggung, terserap industri.
Empat gudang pabrikan menjadi sasaran kunjungan, yakni Gudang PT Djarum Kupen, Gudang Sukun Jragan, Gudang Wismilak Tlogorejo dan Gudang Djarum Parakan.
Dalam pertemuan dengan pihak pabrikan, Agus menyampaikan aspirasi petani terkait kuota pembelian dan harga tembakau. Pemerintah daerah meminta agar kebutuhan tembakau dari Temanggung mendapat perhatian seiring produksi dan kualitas panen tahun ini.
“Kita mengunjungi beberapa pabrikan yang membeli tembakau Temanggung, lalu melakukan diskusi. Intinya berkaitan dengan masalah kuota, khususnya tembakau Temanggung, nanti akan berkembang juga mengikuti kondisi lapangan,” ujar Agus.
Salah satu pabrikan, PT Djarum, menyebut telah membeli sekitar 1.500 ton tembakau dari target awal 5.000 ton. Pembelian masih akan berlangsung dengan mempertimbangkan kualitas dan karakter tembakau.
Perwakilan Tim Pembelian PT Djarum Hugiono mengatakan kualitas tembakau Temanggung tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Penentuan harga, kata dia, disesuaikan dengan kualitas, varietas, bibit, proses pengolahan serta standar yang ditetapkan pabrik.
“Dari 5.000 ton itu nanti masih bisa lebih. Harga saat ini tertinggi Rp107 ribu grade D,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Pembelian Tembakau Pabrik Rokok Sukun Ardian mengatakan kondisi cuaca turut mendukung kualitas tembakau Temanggung tahun ini. Pihaknya menyatakan akan tetap melakukan pembelian untuk memenuhi kebutuhan pabrik.
“Cuacanya bagus, kualitas juga bagus. Kalau untuk serapan tembakau sawah sekitar 450 ton, untuk yang gunung rencana di 200 ton. Kalau soal harga kita kasih yang terbaik,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Temanggung Tunggul Purnomo mengatakan legislatif mendukung langkah pemerintah daerah untuk memperjuangkan peningkatan kuota pembelian pabrikan.
Selain memastikan hasil panen terserap, DPRD juga mendorong agar harga tembakau mampu memberikan keuntungan bagi petani. Sebab, harga yang diterima petani saat ini dinilai belum sepenuhnya sebanding dengan biaya produksi.
“Dewan tetap mendukung kebijakan bupati dalam rangka meningkatkan kuota pembelian pabrikan, terus mengangkat harga supaya paling tidak di atas biaya produksi,” ujarnya.
Menurut Tunggul, permintaan penambahan kuota telah disampaikan kepada sejumlah pabrikan, termasuk Djarum, Sukun dan Wismilak.
Di sisi lain, Agus menyoroti dinamika industri hasil tembakau yang dapat berdampak langsung terhadap petani di daerah sentra produksi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebijakan cukai.
Ia berharap perubahan kebijakan pemerintah pusat tidak menambah tekanan terhadap mata rantai pertembakauan, mulai dari petani hingga industri.
“Saya juga berharap dengan Menteri Keuangan yang baru semoga tidak ada perubahan regulasi khususnya di urusan cukai. Kalau sudah masuk ke tahapan itu juga menambah pusing kita lagi di lapangan, khususnya kami yang berada di daerah atau sentra penghasil tembakau,” katanya.
Menurut Agus, perubahan cukai berpotensi memengaruhi harga rokok dan pada akhirnya turut berdampak terhadap industri serta petani tembakau.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus berkomunikasi dengan pabrikan untuk melihat perkembangan serapan dan kondisi pasar tembakau di lapangan. Kepastian pembelian dan harga menjadi penting agar hasil panen petani tidak hanya berkualitas, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang memadai.
Editor: Eddie Prayitno