KENDAL,iNewsPantura.id – Dengan luas 1.200 hektardan lebih dari 46 pabrik berskala besar berdiri di Kawasan Industri Kendal (KIK). Namun kawasan industri ini tidak memiliki fasilitas tempat ibadah untuk umat Islam melaksanakan kewajibannya.
Padahal KIK perkembangan yang pesat, namun tidak memperhatikan pekerja yang kesulitan melaksanakan sholat khususnya sholat jumat. Untuk melaksanakan sholat Jumat ribuan karyawan harus keluar area untuk menunaikan kewajiban tersebut dan mencari masjid di sekitar KIK.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal KH Asroi Tohir menyayangkan kondisi ini. Menurutnya sholat jumat hukumnya wajib bagi laki-laki muslim, jika di KIK tidak tersedia masjid maka pengawasan terhadap karyawan yang meninggalkan area untuk sholat jumat menjadi sulit.
“Banyak pekerja harus mencari masjid di luar kawasan yang bisa menyebabkan keterlambatan mereka kembali ke tempat kerja,” katanya.
Bahkan ada pekerja yang tidak memiliki kendaraan pribadi harus menggunakan angkutan umum atau ojek untuk sholat jumat, yang tentu beresiko membuat mereka terlambat kembali ke tempat kerja.
Ketua MUI Kendal menilai bahwa pengelola kawasan dan pihak perusahaan semestinya lebih memperhatikan kebutuhan religius para karyawan.
“Meskipun mayoritas perusahaan di kawasan ini merupakan perusahaan asing dengan latar belakang non-muslim, penyediaan masjid tetap menjadi kebutuhan mendasar yang seharusnya dipenuhi oleh pengelola kawasanm” terangnya.
Mendapat sentilan dari ulama, pengelola KIK akhirnya menyiapkan lahan seluas 625 meter persegi untuk dibangun masjid. Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Selasa (18/03/ 2025).
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari memberikan nama masjid yang akan dibangun di dengan nama Masjid Baitul Makmur. "Yang artinya harapan dan doa agar masyarakat diberikan kemakmuran, ketentraman melalui ikhtiar dan doa," katanya.
Bupati menyatakan, pembangunan masjid ini merupakan sarana penunjang kawasan industri yang selayaknya disediakan untuk pekerja muslim dalam beribadah.
"Selama ini pekerja masih harus keluar kawasan saat akan melaksanakan ibadah terutama sholat Jumat," imbuhnya.
Direktur Utama PT KIK, Didik Purbadi menjelaskan, pembangunan masjid di atas lahan seluas 3.248 meter persegi dengan rencana luas bangunan 625 meter persegi, kapasitas untuk 700 orang ini telah disiapkan untuk para pekerja muslim di KIK.
"Kami mohon doa agar pembangunan masjid ini bisa berjalan lancar. Karena masyarakat Kendal adalah masyarakat yang agamis dan religius tentunya masjid ini menjadi tonggak yang penting," ujar Dirut PT KIK dalam sambutannya.
Ia berharap, masjid ini dapat menjadi sarana bagi masyarakat dan pekerja sekitar agar lebih giat dalam beribadah, serta memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat dan negara.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait