KENDAL,iNewsPantura.id - Tiga pemuda yang bermain air menggunakan ban karet dari Bendungan Juwero, Gemuh, Sabtu (7/2/2026) sore terbalik dan tenggelam.
Derasnya arus Sungai Bodri membuat ban karet terbalik tepatnya di bawah jembatan rel kereta api Dukuh Kersan, Pegandon, ketiganya terlempar jatuh ke dalam sungai.
Arus yang kuat membuat ketiga pemuda itu tenggelam dan hanyut. Dua di antaranya, Bayu Irawan dan Arif Kurniawan, warga Cepiring, berhasil bertahan. Dengan sisa tenaga, keduanya berenang ke arah gundukan pasir di tengah sungai.
Warga yang melihat kejadian itu segera memberi pertolongan dan mengevakuasi korban dalam kondisi lemas.
Sementara satu orang lainnya, Muhamad Efendi, warga Cepiring, tak seberuntung dua temannya. Ia terseret arus dan tenggelam. Hingga Sabtu petang, keberadaan korban belum diketahui dan dinyatakan hilang.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal menyebut ketiganya memang bermain air menggunakan ban karet dari Bendungan Juwero. Derasnya aliran sungai menjadi faktor utama kecelakaan. “Ban karet terbalik karena arus cukup kuat. Dua korban selamat, satu korban masih dalam pencarian,” kata petugas BPBD Kendal, Khaerul Huda.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, relawan, serta warga setempat langsung dikerahkan. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet menyusuri Sungai Bodri, sementara tim lain bergerak menyisir bantaran sungai dari darat.
Hingga pencarian dihentikan sementara pada Sabtu petang, korban tenggelam belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian akan dilanjutkan pada hari berikutnya, dengan harapan korban segera ditemukan dan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
