BANYUMAS, iNewsPantura.id – Sejumlah desa di Kabupaten Banyumas dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Potensi tersebut meliputi keindahan alam, kearifan lokal, hingga tradisi budaya yang masih terjaga dan dapat menjadi daya tarik wisata berbasis masyarakat.
Beberapa desa memiliki panorama alam perbukitan, persawahan, sungai, hingga sumber mata air yang alami. Selain itu, aktivitas masyarakat seperti pertanian, peternakan dinilai mampu menjadi paket wisata edukatif bagi pengunjung. Konsep desa wisata ini juga sejalan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan partisipasi warga setempat.
Pemerintah Kabupaten Banyumas mendorong desa-desa untuk menggali dan memetakan potensi yang dimiliki, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penataan lingkungan, serta penguatan promosi wisata. Dengan dukungan lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, desa wisata diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga sekaligus melestarikan budaya dan lingkungan lokal.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi daerah Kabupaten Banyumas ( Bapperida ), Ciptaning Dasyandani, M.Si mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi beberapa desa yang mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata. “Tujuan monev ini selain melakukan kunjungan langsung ke lapangan juga untuk melihat kondisi aktual terkait kesiapan sarana prasana, juga memberi saran, masukkan dan rekomendasi perbaikan agar desa tersebut dapat mengoptimalkan potensi desanya, memperkuat kapasitas kelompok sadar wisata (pokdarwis). Selain itu juga mengukur hasil dari pengembangan desa wisata tersebut apakah memberi kontribusi terhadap ekonomi masyarakatnya,” ujar Ciptaning, Sabtu (7/2).
Hasil monev ini nantinya dapat digunakan sebagai pengambilan langkah langkah kebijakan yang mendukung dalam hal membantu pengalokasian penganggaran agar efisien dan tepat sasaran. Selainitu juga untuk pengembangan infrastruktur yang dibutuhkan serta membantu mengkoordinasikan kegiatan pengembangan desa wisata dengan stakeholder lainnya.
Untuk tahun 2026 ini, ada dua desa yang menjadi fokus pengembangan desa wisata yaitu Desa Pancasan di Kecamatan ajibarang dan Desa Panembangan di kecamatan Cilongok.
Kepala Desa Pancasan, Sukirno mengatakan, jika desanya memiliki potensi mata air jernih yang melimpah. Masayarakat Desa Pancasan merasa senang jika pemerintah Kabupaten Banyumas mendorong potensi ini untuk menjadi desa wisata. “ Terima kasih untuk keinginan pemerintah agar Desa Pancasan yang mempunyai potensi sumber daya alam yang luar biasa akan dikembangkan menjadi desa wisata dan industri. Dengan mengembangkan potensi sumber daya alam air, mudah-mudahan ke depan bisa lebih maju,” ujar Sukirno.
Saat ini potensi sumber mata air di Desa Pancasan sudah digunakan untuk kolam renang, perikanan dan pertanian. Selain itu, sejak tahun 1980-an juga digunakan PDAM untuk distribusi air bersih ke beberapa wilayah kecamatan hingga ke Kabupaten Cilacap.
Sementara itu, Sekeretaris Desa Panembangan, Anggoro Agus Triono, ST akan segera melakukan peningkatan kembali potensi desanya. Saat ini, potensi Desa Panembangan sendiri dikenal sebagai desa Mina Padi dan sentra perikanan. Hasil mina padi sudah berkembang menjadi olahan keripik dan kemasan ikan nila serta ice cream nila.
“Dari sisi administrasi, tentu kita harus memperbaiki administrasinya. Misalnya ada Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis ) dan Badan Usaha Milik Desa ( BUMDES ) dimana nanti kelengkapan adminstrasinya kami siapkan. Disamping itu, agar memenuhi syarat menjadi desa wisata, kami berharap adanya infrastruktur yang lebih memadai,” ujar Anggoro.
Diharapkan, dengan infrastruktur yang memadai akan membuat tampilan lebih cantik Desa Panembangan terutama menuju lokasi Wisata Mina Padi akan lebih memikat dan juga akan menjadi daya tarik masyarakat luar kota datang.
“Permasalahannya, mungkin untuk tahun 2026 ini kita tidak bisa menganggarkan apapun karena kebetulan ada penurunan dana desa dari kami yang semula satu setengah miliar kini hanya menjadi 373.456.000. Jadi mungkin itu kendala tersendiri, tetapi kami sudah musyawarah ditingkat desa bahwa Pokdarwis selaku pengelola wisata akan diberi keleluasaan untuk menggunakan anggaran agar pengembangan infrastruktur bisa semaksimal mungkin,” pungkas Anggoro.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
