SEMARANG, iNewsPantura.id - Kawasan Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang di Kelurahan Tlogosari Wetan resmi dibuka, Minggu (12/7/2026). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan panen perdana buah kelengkeng varietas Super Itoh New Kristal yang dibudidayakan di kawasan tersebut.
Keberadaan agro eduwisata ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang hijau di tengah perkotaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak, untuk mengenal budidaya tanaman buah dan pertanian modern.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan kawasan tersebut juga menjadi bagian dari penataan lingkungan sekitar Masjid Agung Semarang menjelang penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang akan digelar pada September mendatang.
Menurutnya, penataan kawasan perlu terus disiapkan agar mampu memberikan kesan yang baik bagi para tamu maupun peserta yang datang dari berbagai daerah.
Selain mendukung kesiapan menghadapi MTQ Nasional, keberadaan agro eduwisata dinilai membuka peluang pengembangan wisata berbasis pertanian di Kota Semarang. Konsep tersebut diharapkan menjadi salah satu alternatif destinasi wisata edukasi yang menggabungkan pembelajaran dengan aktivitas rekreasi.
Agustina menyampaikan, kawasan ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan, tidak hanya melalui budidaya kelengkeng, tetapi juga dengan menambah berbagai wahana edukasi lainnya, seperti budidaya ikan air tawar maupun sektor pertanian lain yang dapat dikenalkan kepada pengunjung.
"Jadi sembari belajar bagaimana kelengkeng bisa berbuah dengan luar biasa besar, kita juga belajar yang lain-lainnya," katanya.
Menurutnya, pengembangan agro eduwisata tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran mengenai pertanian, ketahanan pangan, dan pengelolaan lingkungan sejak usia dini.
Panen perdana kelengkeng varietas Super Itoh New Kristal menjadi penanda bahwa kawasan tersebut telah memasuki tahap pemanfaatan. Ke depan, kawasan ini diharapkan berkembang menjadi ruang edukasi terbuka yang memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada masyarakat.
Selain memiliki nilai edukatif, pengembangan agro eduwisata juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pengelolaan kawasan wisata, hasil budidaya, maupun tumbuhnya aktivitas usaha pendukung.
Dengan menggabungkan konsep pertanian, edukasi, dan ruang terbuka hijau, Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang diharapkan menjadi salah satu model pengembangan kawasan yang tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memperkuat fungsi edukasi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
