Industri Kendal Terus Tumbuh, Pemkab Dorong Bendungan Bodri Segera Dibangun

Eddhie Prayitno
ilustrasi, Bendungan Bodri. (Foto: Istimewa).

KENDAL,iNewsPantura.idPemerintah Kabupaten Kendal mendorong pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan Bendungan Bodri. Proyek tersebut dinilai semakin penting karena kebutuhan air diproyeksikan meningkat seiring pesatnya perkembangan kawasan industri di Kabupaten Kendal.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan kebutuhan air harus mulai dipersiapkan sejak sekarang, terutama dengan adanya rencana pengembangan kawasan industri di sejumlah wilayah.

"Industri di Kendal kan sedang berproses, termasuk tahap kedua di KIK dan Seafer. Tentunya pemenuhan kebutuhan air untuk industri ini pasti nanti akan meningkat," katanya, Selasa (8/9/2026).

Menurut bupati, Bendungan Bodri diharapkan tidak hanya menjadi sumber pemenuhan kebutuhan air bagi industri. Keberadaannya juga diharapkan mampu memperkuat ketersediaan sumber daya air untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kendal.

"Pembangunan bendungan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi kebutuhan air bagi pengembangan industri, tetapi juga memperkuat ketersediaan sumber daya air untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kendal," ujarnya.

Bendungan Bodri merupakan proyek yang mencakup dua kabupaten, yakni Kendal dan Temanggung. Di Kabupaten Kendal, lokasi yang direncanakan berada di Desa Banyuringin dan Desa Kalibodri. Sedangkan di Kabupaten Temanggung berada di Desa Ngaliyan.

Bupati mengungkapkan, pembangunan Bendungan Bodri sebelumnya sempat direncanakan mulai tahun ini. Namun, rencana tersebut mengalami penundaan.

"Ternyata beberapa waktu lalu diinfokan tidak jadi tahun ini, belum tahu alasannya," ungkapnya.

Penundaan pembangunan menjadi perhatian Pemkab Kendal mengingat kebutuhan air akan semakin besar seiring dengan ekspansi kawasan industri, termasuk pengembangan tahap kedua Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Seafer (KIS).

Pemkab Kendal kemudian melakukan koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Koordinasi tersebut dilakukan untuk membahas kebutuhan infrastruktur air sekaligus menyelaraskan rencana pembangunan industri di Jawa Tengah.

Bupati menyebut Bappenas sebelumnya memberikan arahan agar pembahasan dilakukan bersama pemerintah provinsi dan pelaku industri. Hal itu berkaitan dengan rencana pengembangan Jawa Tengah sebagai kawasan industri yang terintegrasi.

"Kemarin dari Bappenas menyampaikan arahan untuk rapat dengan provinsi, kemudian termasuk juga Apindo, karena rencana Jawa Tengah itu akan dijadikan kawasan industri yang terintegratif," jelasnya.

Pemkab Kendal berharap hasil pembahasan bersama tersebut dapat memperkuat dasar pemerintah pusat dalam melihat urgensi pembangunan Bendungan Bodri.

Pemkab juga berharap Bappenas dapat membantu mendorong proyek tersebut masuk dalam skala prioritas pembangunan sehingga proses pembangunannya bisa segera direalisasikan.

"Tentunya nanti dari Bappenas akan membantu untuk memprioritaskan pembangunan Bendungan Bodri ini bisa terealisasi," tandasnya.

Bagi Kendal, pembangunan Bendungan Bodri dipandang bukan hanya sebagai proyek infrastruktur sumber daya air, tetapi juga bagian dari kesiapan daerah menghadapi pertumbuhan kawasan industri dan meningkatnya kebutuhan air di masa mendatang.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network