KENDAL,iNewsPantura.id – Kendal Tornado FC mengawali Championship 2026/2027 dengan hasil manis. Bertandang ke markas de Red FC, Laskar Badai Pantura sukses membawa pulang tiga poin setelah menang tipis 1-0 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Sabtu (12/9/2026).
Gol kemenangan Tornado FC baru tercipta pada menit ke-81. Ibnu Hajar menjadi pahlawan setelah berhasil memecah kebuntuan dalam laga yang berlangsung ketat.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Tornado FC. Apalagi, tim asal Kendal itu harus mengawali kompetisi dengan pengurangan satu poin akibat persoalan administrasi.
Dengan tambahan tiga poin dari Surabaya, Tornado FC secara efektif mengantongi dua poin di klasemen.
Pelatih Tornado FC, Stefan Keeltjes, mengapresiasi kerja keras para pemain. Menurutnya, kemenangan tandang bukan sesuatu yang mudah, terlebih de Red FC memiliki sejumlah pemain berpengalaman dan ditangani pelatih Aji Santoso.
“Kami bekerja keras dan memiliki mental yang kuat. Bermain tandang selalu tidak mudah,” ujar Stefan.
Stefan sebelumnya juga telah memperkirakan de Red FC akan mengandalkan permainan kombinasi umpan pendek. Karena itu, para pemain Tornado diminta tetap disiplin dan tidak kehilangan konsentrasi.
Stefan mengakui pengurangan satu poin di awal kompetisi sempat membuat tim terkejut. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi pemain untuk kehilangan kepercayaan diri.
“Kami harus menerima kondisi ini dan tidak boleh terlena. Yang paling penting adalah tetap berani dan percaya diri di mana pun bermain,” katanya.
Pesan tersebut tampaknya berhasil dijalankan para pemain. Tornado FC mampu bertahan hingga akhirnya menemukan celah untuk mencetak gol pada menit-menit akhir pertandingan.
Ibnu Hajar mengatakan kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim. Ia juga menyebut pesan Stefan menjadi motivasi bagi pemain untuk tampil berani menghadapi tuan rumah.
“Kami diminta berani dan memiliki semangat juang di mana pun bermain,” ujar Ibnu.
Kemenangan di Surabaya menjadi awal positif bagi Tornado FC dalam menghadapi panjangnya persaingan Championship 2026/2027. Tiga poin sekaligus menjadi bukti bahwa pengurangan poin di awal kompetisi tidak menyurutkan ambisi Laskar Badai Pantura.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
