get app
inews
Aa Text
Read Next : Empat Titik Pintu Air Jebol, Pantura Kendal dan Pemukiman Tergenang Banjir

Banjir Rendam 4 Ribu Rumah di Kendal dan  9.196 Jiwa Terdampak

Jum'at, 16 Januari 2026 | 13:41 WIB
header img
Warga mendorong motornya yang mogok saat menerjang genangan banjir. eddie prayitno/iNews

KENDAL,iNewsPantura.id  – Hujan lebat  yang mengguyur wilayah hulu hingga pesisir kembali membawa petaka bagi Kabupaten Kendal. Pada Jumat (16/1/2026), banjir meluas dan merendam permukiman warga di tujuh kecamatan, memaksa ribuan keluarga bertahan di tengah genangan air yang belum sepenuhnya surut.

Data BPBD Kendal mencatat, banjir melanda 23 desa dan kelurahan dengan total 4.098 kepala keluarga atau sekitar 9.196 jiwa terdampak. Sedikitnya 4.000 rumah warga tergenang air dengan ketinggian bervariasi antara 10 sentimeter hingga mencapai satu meter di wilayah terparah.

Kecamatan Kaliwungu menjadi daerah yang paling parah terdampak. Di Desa Kumpulrejo, air setinggi satu meter merendam rumah warga dan memutus aktivitas sehari-hari. Sejumlah warga terpaksa mengungsi, sementara lainnya memilih bertahan di lantai atas rumah mereka sambil menunggu air surut.

Banjir juga meluas ke Kecamatan Brangsong, dipicu jebolnya tanggul Sungai Waridin di Desa Kebonadem. Luapan sungai mengalir deras ke permukiman warga, menyebabkan genangan hingga 70 sentimeter dan memaksa warga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

Tak hanya wilayah pinggiran, pusat Kota Kendal pun tak luput dari terjangan banjir. Sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Pahlawan dan Jalan Masjid tergenang air, memperlambat arus lalu lintas dan aktivitas warga. Beberapa kelurahan, di antaranya Kalibuntuwetan, Kebondalem, Patukangan, Ngilir, dan Balok, turut terendam.

Untuk mengurangi tekanan debit air sungai, BPBD Kendal bersama instansi terkait membuka empat pintu Bendung Trompo. Langkah ini diambil sebagai upaya darurat guna mempercepat aliran air dan menekan luapan di wilayah hilir.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menyatakan bahwa kondisi banjir di sejumlah wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan sejak Jumat pagi.

“Di Ngampel, Pegandon, Brangsong, Kaliwungu, dan Kaliwungu Selatan debit air sudah mulai turun. Namun kami tetap siaga penuh karena potensi hujan susulan masih ada,” ujarnya.

Selain melakukan pemantauan intensif, BPBD Kendal juga mengevakuasi warga lanjut usia di Kecamatan Pegandon yang terdampak banjir. Dapur umum didirikan di Kecamatan Pegandon dan Kaliwungu untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak dan pengungsi.

BPBD Kendal mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan bantaran sungai. Warga diminta segera melaporkan kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Hingga Jumat siang, petugas gabungan masih bersiaga di berbagai titik rawan banjir untuk melakukan evakuasi, pemantauan debit air, serta pendistribusian bantuan, sembari menunggu kondisi cuaca benar-benar membaik.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut