get app
inews
Aa Text
Read Next : Satu Abad NU, PCNU Kendal Teguhkan Ukhuwah dan Kebersamaan

Rute Kendal–Kumai Kembali Beroperasi, KMP Shalem Siap Layani Penyeberangan

Senin, 02 Februari 2026 | 15:43 WIB
header img
Pelabuhan penyeberangan kendal. (Foto: Istimewa).

KENDAL,iNewsPantura.id — Setelah lebih dari satu tahun nyaris tanpa aktivitas penyeberangan, rute laut Kendal–Kumai, Kalimantan Tengah, akhirnya kembali dibuka. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Shalem milik PT Surya Timur Line dipastikan segera beroperasi dari Pelabuhan Kendal, menandai kebangkitan kembali pelabuhan yang sempat berstatus “infrastruktur tidur”.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Muhammad Eko, memastikan seluruh persyaratan operasional KMP Shalem telah terpenuhi. Baik dari sisi perizinan maupun kelayakan teknis, kapal dinyatakan siap melayani angkutan penyeberangan lintas provinsi.

“Mulai dari izin operasi, izin lintasan, hingga kelaikan kapal sudah lengkap. Secara administratif dan teknis, KMP Shalem siap beroperasi,” ujar Eko saat dihubungi, Senin (2/2/2026).

Saat ini, KMP Shalem masih berada di Pelabuhan Tanjungmas Semarang untuk menjalani proses docking. Kegiatan tersebut meliputi perawatan rutin, pengecatan badan kapal, serta pembersihan tritip guna memastikan performa kapal tetap optimal saat beroperasi.

“Setelah proses docking selesai, kapal akan segera masuk ke Pelabuhan Kendal,” tambahnya.

Tak hanya kesiapan kapal, pemerintah daerah juga memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan. Dermaga Pelabuhan Kendal telah dilakukan pengerukan serta perbaikan jalur sandar agar sesuai dengan standar keselamatan dan operasional penyeberangan.

“Fasilitas dermaga sudah siap. Dari sisi darat tidak ada kendala,” ucapnya.

Persetujuan lintasan Kendal–Kumai untuk KMP Shalem sendiri telah diterbitkan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat tertanggal 17 Januari 2025. Dengan keluarnya izin tersebut, operasional kapal ditargetkan sudah bisa berjalan sebelum Lebaran 2026.

“Harapannya sebelum Lebaran sudah beroperasi, sehingga dapat melayani angkutan mudik masyarakat,” katanya.

Kepala UPTD Pelabuhan Kendal, Budi Sulistiyanto, menambahkan PT Surya Timur Line sebagai operator telah memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 104 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan penyeberangan.

Menurutnya, ketentuan tersebut meliputi kepemilikan kapal, konstruksi lambung dasar ganda, minimal dua mesin induk, keberadaan ramdoor di haluan dan buritan, hingga pemenuhan standar kelaiklautan dan pelayanan minimal kepada penumpang.

“Semua persyaratan telah dipenuhi. Kapal dinyatakan layak dan memenuhi standar pelayanan penyeberangan,” jelas Budi.

Sebelumnya, Pelabuhan Kendal mengalami penurunan aktivitas signifikan setelah KMP Kalibodri milik PT ASDP Indonesia Ferry direlokasi ke Kupang. Relokasi dilakukan karena lintasan Kendal–Kumai dinilai tidak optimal secara pendapatan, sehingga pelabuhan praktis tidak melayani penyeberangan lebih dari satu tahun.

Dengan masuknya KMP Shalem, pemerintah daerah berharap aktivitas pelayaran kembali menggeliat. Selain membuka kembali konektivitas laut antara Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah, keberadaan kapal ini juga diharapkan mampu mendorong pergerakan logistik, arus penumpang, serta pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir Kendal.

“Kami berharap Pelabuhan Kendal kembali hidup dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Eko.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut