KENDAL,iNewsPantura.id — Wajah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal terus berubah. Tak hanya menjadi magnet bagi industri manufaktur, kawasan tersebut mulai berkembang menjadi ekosistem bisnis yang lebih lengkap dengan hadirnya investasi baru dari sektor material, fashion hingga perhotelan.
Perubahan itu ditandai dengan penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) dalam Forum Pemasaran Investasi Jawa Tengah 2026, Selasa (8/9/2026). Tiga perusahaan menyatakan komitmennya mengembangkan usaha di KEK Kendal.
Mereka adalah Anhui Anli Materials Technology Co., Ltd. untuk industri synthetic leather, Zhejiang Tongli Clothing Co., Ltd. untuk pengembangan industri garment, serta PT Padimas Surya Makmur yang melakukan ekspansi dengan membangun hotel bintang empat.
Tiga investasi tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan ekosistem yang sudah tumbuh di KEK Kendal. Masuknya industri material dan garment berpotensi memperkuat rantai pasok, sedangkan pembangunan hotel menjadi respons terhadap meningkatnya aktivitas bisnis di kawasan.
Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan kebutuhan kawasan yang semakin kompleks.
“Kami melihat tiga komitmen ini bukan hanya sebagai bertambahnya aktivitas usaha di kawasan, tetapi sebagai bagian dari bagaimana ekosistem KEK Kendal terus berkembang,” ujarnya.
Menurut Juliani, kehadiran Anhui Anli akan memperkuat sisi material industri. Perusahaan asal Hefei, China, tersebut dikenal sebagai produsen polyurethane synthetic leather dan polyurethane composite materials dengan pasar ekspor ke lebih dari 80 negara dan wilayah.
Produk perusahaan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, antara lain footwear, furniture, handbags, sports goods, interior otomotif hingga packaging.
Dengan masuknya Anli, rantai pasok industri di KEK Kendal diharapkan semakin terkoneksi, terutama dengan sektor fashion, footwear, furniture dan manufaktur lainnya.
Sementara Zhejiang Tongli Clothing Co., Ltd. akan memperkuat mata rantai industri garment. Perusahaan yang tergabung dalam Tongli Clothing Alliance itu memiliki kemampuan produksi apparel untuk berbagai kebutuhan, termasuk fashion wear, yoga wear dan activewear.
Kehadiran perusahaan tersebut dinilai dapat memperdalam ekosistem fashion dan garment yang mulai berkembang di KEK Kendal.
Perkembangan kawasan tidak hanya terlihat dari bertambahnya perusahaan industri. Kebutuhan terhadap fasilitas pendukung juga mulai meningkat.
Hal itu ditunjukkan PT Padimas Surya Makmur yang merupakan tenant eksisting KEK Kendal. Perusahaan tersebut melakukan ekspansi usaha dengan mengembangkan hotel bintang empat di dalam kawasan.
Pembangunan hotel dinilai penting untuk mendukung kebutuhan akomodasi bagi pelaku usaha, tenaga kerja, investor maupun tamu bisnis seiring meningkatnya aktivitas di KEK Kendal.
“Ketika industri tumbuh, kebutuhan kawasan juga ikut berkembang. Bukan hanya kebutuhan terhadap tenaga kerja dan supply chain, tetapi juga hospitality, commercial area, business services, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya,” kata Juliani.
Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan adanya efek berantai dari pertumbuhan industri. Bertambahnya perusahaan mendorong kebutuhan terhadap berbagai layanan, sehingga membuka ruang bagi tumbuhnya sektor usaha baru di sekitar kawasan.
KEK Kendal pun diarahkan tidak hanya menjadi tempat perusahaan melakukan produksi. Kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memiliki industri, rantai pasok, jasa bisnis, kawasan komersial hingga fasilitas hospitality yang saling mendukung.
Penambahan tiga komitmen investasi tersebut sejalan dengan agenda Forum Pemasaran Investasi Jawa Tengah 2026 yang mendorong pengembangan industri hijau, advanced manufacturing dan infrastruktur pendukung.
Bagi KEK Kendal, penguatan ekosistem menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan kawasan dalam jangka panjang.
Juliani menegaskan, perkembangan KEK Kendal ingin diarahkan agar berbagai sektor dapat tumbuh secara bersama-sama.
“Kami ingin perkembangan ini berjalan bersama sehingga KEK Kendal tidak hanya menjadi tempat industri beroperasi, tetapi berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang semakin hidup,” tegasnya.
Dengan masuknya investasi dari sektor material, garment dan hospitality, KEK Kendal kini tidak hanya berbicara tentang berapa banyak perusahaan yang berdiri. Tantangan berikutnya adalah bagaimana setiap investasi saling terhubung, menciptakan rantai nilai, memperluas aktivitas ekonomi dan memberikan dampak yang semakin besar bagi kawasan maupun daerah.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
