Perekonomian Jateng Tetap Tumbuh Kuat, Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Utama

Wisnu Wardhana
ilustrasi

SEMARANG, iNewsPantura.id – Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan II 2026 tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Kinerja ekonomi daerah ini terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan dan perdagangan dari sisi lapangan usaha, serta konsumsi rumah tangga dan investasi dari sisi pengeluaran.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah dengan pangsa sebesar 59,73 persen. Pada triwulan II 2026, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,31 persen (year on year/yoy), meski melambat dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 5,08 persen (yoy).

Pertumbuhan konsumsi masyarakat didukung oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 2026 dan periode libur panjang. Optimisme masyarakat juga tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada triwulan II 2026 yang tetap berada pada level optimis.

Selain konsumsi rumah tangga, investasi dan konsumsi pemerintah turut menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 8,84 persen (yoy), sedikit melambat dibanding triwulan I 2026 sebesar 9,61 persen (yoy).

Realisasi investasi meningkat dari Rp23,73 triliun pada triwulan II 2025 menjadi Rp25,53 triliun pada triwulan II 2026. Peningkatan ini didukung oleh pembangunan kawasan industri dan keberlanjutan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh 15,69 persen (yoy), meski lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya sebesar 19,39 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh akselerasi pelaksanaan program prioritas nasional.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan tetap menjadi kontributor utama PDRB Jawa Tengah dengan pangsa 33,18 persen. Sektor ini tumbuh 5,03 persen (yoy) pada triwulan II 2026, meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 4,04 persen (yoy).

Peningkatan kinerja industri pengolahan didorong oleh lonjakan ekspor barang industri yang tumbuh 41,26 persen (yoy). Komoditas utama yang menopang ekspor meliputi tekstil dan produk tekstil (TPT), kayu furnitur, alas kaki, serta bahan makanan.

Perbaikan sektor industri juga tercermin dari meningkatnya Saldo Bersih Tertimbang (SBT) Industri Pengolahan berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada triwulan II 2026.

Sektor perdagangan menjadi sumber pertumbuhan terbesar berikutnya dengan pertumbuhan 7,52 persen (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan I 2026 yang sebesar 5,22 persen (yoy).

Kinerja perdagangan didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga selama HBKN Idul Adha dan libur panjang, seiring peningkatan mobilitas masyarakat sebesar 5,09 persen (yoy). Selain itu, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 turut meningkatkan penjualan jersey, aksesori, dan berbagai produk terkait lainnya.

Di sisi lain, sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum (akmamin) menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi. Sektor ini tumbuh 12,80 persen (yoy) pada triwulan II 2026, meski sedikit melambat dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 14,14 persen (yoy).

Kinerja sektor akomodasi dan makan-minum tetap kuat berkat meningkatnya aktivitas masyarakat selama Idul Adha dan libur panjang, serta berlanjutnya pelaksanaan program prioritas nasional.

Secara keseluruhan, struktur pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II 2026 menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat, investasi, industri pengolahan, dan perdagangan masih menjadi motor utama yang menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M. Noor Nugroho mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Jawa Tengah masih terjaga di tengah berbagai dinamika perekonomian.

“Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan II 2026 tetap tumbuh kuat. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan terutama ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi. Sementara dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan dan perdagangan menjadi sumber pertumbuhan utama,” kata Noor.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network