BREAKING NEWS Longsor Tebing Sungai Kupang di Talun Pekalongan, 6 Rumah Rusak dan 17 Warga Mengungsi
PEKALONGAN, iNewsPantura.id – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan selama beberapa hari terakhir memicu longsor di tebing Sungai Kupang, Dukuh Krajan, Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Jumat (23/1/2026).
Longsoran tanah setinggi sekitar 10 meter itu menyeret tanah dan pepohonan, hingga merusak enam rumah warga.
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 17 jiwa dari enam kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan sanak saudara demi menghindari risiko longsor susulan.
Detik-detik kejadian longsor sempat terekam kamera ponsel warga dan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat tanah di tebing sungai tiba-tiba ambles dan bergerak ke bawah, membuat warga panik.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, atau sesaat setelah Salat Jumat. Salah satu korban longsor, Yasin, mengaku ada tanda longsor sudah beberapa hari. Rumah lantai retak - retak.
Hujan terus mengguyur membuat sungai banjir dan tebing longsor. Peristiwa tersebut terjadi sangat cepat dan membuat warga langsung membantu evakuasi barang barang miliknya
“Awalnya sudah terlihat beberapa hari ada retakan dan saat kejadian terdengar suara gemeretak di rumah lalu gemuruh dari arah sungai, tidak lama kemudian tanah langsung ambles dan pohon-pohon ikut terseret. Kami panik dan langsung keluar rumah menyelamatkan diri,” ujar Yasin.
Yasin menambahkan, kondisi rumahnya kini sudah tidak layak huni karena dinding mengalami retakan cukup parah dan bagian lantai ambles.
“Dinding rumah retak, lantai turun, halaman juga pecah. Kalau hujan turun lagi kami khawatir longsornya tambah besar,” katanya.
Longsor diduga kuat dipicu oleh hujan deras yang terus-menerus serta derasnya arus Sungai Kupang yang menggerus bagian tebing. Tanah di pinggiran sungai tidak mampu menahan beban, hingga akhirnya runtuh dan menyeret pepohonan di sekitarnya.
Dari enam rumah yang terdampak, dua di antaranya mengalami kerusakan paling parah, yakni rumah milik Yasin, perangkat desa setempat, dan rumah Rofik, warga Desa Krompeng. Dinding rumah mengalami retakan selebar 6 hingga 10 sentimeter, halaman rumah retak dan ambles, lantai turun sekitar 10 sentimeter, serta tebing di samping rumah hanyut terbawa arus sungai.
Kepala Desa Krompeng, Nasrudin, mengatakan lokasi longsor telah dipasangi garis polisi karena membahayakan keselamatan warga.
“Jumlah warga terdampak ada enam kepala keluarga dengan total 17 jiwa. Lokasi sudah kami sterilkan karena rawan longsor susulan,” ujar Nasrudin.
Ia menambahkan, jarak rumah warga dengan bibir tebing Sungai Kupang hanya sekitar 20 meter, sehingga potensi bahaya masih tinggi jika hujan deras kembali terjadi.
Sebagai langkah antisipasi, perangkat desa bersama petugas terkait telah mengevakuasi seluruh warga terdampak ke tempat yang lebih aman. Para pengungsi saat ini masih bertahan di rumah tetangga dan keluarga sambil menunggu kondisi dinyatakan aman.
Petugas mengimbau warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai untuk tetap waspada, mengingat curah hujan di wilayah Pekalongan masih tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan.
Editor : Suryo Sukarno