MBG Kendal Tetap Jalan Saat Ramadhan, Prioritaskan Balita dan Ibu Hamil
KENDAL,iNewsPantura.id— Memasuki bulan suci Ramadhan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kendal tetap berjalan dengan fokus utama menyasar kelompok rentan. Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Koordinator SPPG Kabupaten Kendal, M Faris Maulana, mengatakan selama Ramadhan penyaluran MBG diprioritaskan bagi kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui). Meski kegiatan belajar mengajar di sekolah tengah libur, layanan untuk kelompok rentan tetap dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Sekolah memang libur sejak 16 Februari, sehingga penyaluran MBG untuk penerima manfaat di sekolah kami hentikan sementara. Namun untuk kelompok rentan, penyaluran tetap berjalan seperti biasa,” ujar Faris, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan, skema menu MBG bagi kelompok rentan selama Ramadhan tidak mengalami perubahan signifikan. Pada Senin dan Kamis disalurkan menu nasi, sedangkan Selasa, Rabu, dan Jumat diberikan menu kering yang tetap memenuhi standar kecukupan gizi.
Penyaluran MBG untuk siswa sekolah dijadwalkan kembali mulai 23 Februari 2026 setelah masa libur satu pekan berakhir. Selama Ramadhan, menu yang diberikan kepada siswa menggunakan skema menu kering.
Namun, terdapat pengecualian bagi sekolah berbasis pondok pesantren atau boarding school. Untuk kategori tersebut, menu basah tetap diberikan dan disalurkan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.
“Khusus sekolah berbasis pondok pesantren atau boarding school, menu basah tetap diberikan. Penyalurannya dilakukan sore hari menjelang waktu berbuka puasa, sehingga proses produksi juga menyesuaikan pada siang hari,” jelasnya.
Terkait menu kering selama Ramadhan, Faris menegaskan bahwa pihak penyelenggara tidak mengatur jenis makanan secara rinci, melainkan menekankan pemenuhan nilai gizi sesuai standar. Ia juga mengingatkan agar tidak menggunakan menu Ultra Processing Food (UPF) atau makanan pabrikan.
“Menu yang diberikan harus mengutamakan produk UMKM lokal yang memiliki izin edar dan terdaftar BPOM. Ini sekaligus menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, penyaluran menu kering bagi siswa sekolah akan dilakukan secara fleksibel, baik setiap hari maupun dirapel tiga hari sekali, sesuai kesepakatan dengan pihak sekolah di Kabupaten Kendal.
Dengan skema tersebut, pelaksanaan MBG diharapkan tetap berjalan optimal selama Ramadhan, sekaligus memastikan kelompok rentan tetap memperoleh asupan gizi yang memadai di tengah perubahan pola aktivitas masyarakat.
Editor : Eddie Prayitno