Inilah Pengalaman Spiritual Seniman Batik Muda Asal Pekalongan, Tamakun

Eyelan Tamakun, sebagaimana diakuinya, rupanya sempat dipatahkan oleh penonton dari Korea yang belakangan diketahui namanya Mr. Yun. Setelah menanyakan apakah batik adalah sebuah seni, Mr. Yun lanjut mengajukan pertanyaan tentang seniman batik di Pekalongan. “Beliau saat itu meminta saya menyebutkan lima nama tokoh seniman batik asal Pekalongan. Dan, ternyata saya tidak bisa menyebutkan nama-nama itu. Ada sih ada, tapi nggak sampai lima nama,” ujar seniman batik itu sambil mengingat-ingat.
Tetapi, menurut Tamakun, sebenarnya bukan jumlah nama yang diinginkan. Mr. Yun, papar Tamakun, hanya ingin menunjukkan bahwa untuk menyebut batik sebagai seni tidak bisa hanya berdasarkan informasi selintas. Sebaliknya, untuk dapat menyebut batik sebagai seni, seseorang mesti mengetahui dan memahami betul bagaimana proses batik itu sendiri hingga menjadi benda seni.
“Saya teringat, dulu waktu berproses di teater, saya sempat didoktrin, bahwa untuk menjadi seorang seniman itu sangat berat. Bahkan, di kalangan seniman itu sendiri. Seperti kata Cak Nun, prosesnya harus dimulai dari menjadi manusia dulu baru menuju ke seninya,” ungkap Tamakun polos.
Dari pertemuannya dengan Mr. Yun inilah akhirnya Tamakun mulai membuka diri. Ia merasa tertantang oleh pertanyaan Mr. Yun. Sampai-sampai ia memilih untuk memasuki dunia yang baginya baru, yaitu seni batik.
Editor : Ribut Achwandi